JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Seorang warga negara Indonesia (WNI) bernama Riza Nasser yang baru kembali ke Indonesia dari perjalanan luar negeri menceritakan kisah pahitnya menjalani masa karantina di Tanah Air.
Karena keterbatasan biaya, Riza terpaksa menunggu selama berjam-jam hingga akhirnya bisa mendapatkan tempat karantina.
Riza bercerita, semula dirinya ditawari petugas di bandara untuk karantina di hotel dengan biaya mandiri Rp 8,2 juta.
Biaya itu sudah ditentukan oleh petugas dan hanya hotel tersebut yang bisa dipilih sebagai lokasi karantina.
# Baca Juga :Covid-19 Gerogoti Timnas Malaysia, Sudah 4 Pemain Positif, Pemain Jalani Karantina Selama 10 Hari
# Baca Juga :Rachel Vennya Diperiksa sebagai Tersangka Kasus Kabur dari Karantina Hari Ini, Lalu 2 Anggota TNI AU?
# Baca Juga :20 Finalis Atak Diang Kabupaten Batola Jalani Karantina Terbuka dan Tertutup, Jelang Grand Final
“Mereka sudah mematok langsung, hanya ini hotel yang ada dan Anda harus dikarantina di sini,” kata Riza dalam program Rosi yang ditayangkan Kompas TV, Minggu (19/12/2021).
“Tidak tidak ada opsi lain,” tuturnya.
Namun, karena merasa tak punya biaya sebanyak itu, Riza mencoba mencari alternatif lain.
Ia mengutarakan keberatannya ke petugas bandara.
Oleh petugas, Riza lantas disarankan untuk meminta diskresi ke anggota TNI yang mengatur jalannya proses karantina di bandara saat itu.
Sempat memarahi Riza, anggota TNI itu lantas menyuruhnya bergabung dengan pata pekerja migran Indonesia (PMI) yang juga sedang menunggu dibawa ke lokasi karantina.
“Saya menunggu di belakang itu, saya melihat ada 60 lebih orang yang bernasib sama dengan saya,” ucap Riza.









