Tak sampai di situ, para guru honorer ini mengancam akan melakukan aksi mogok mengajar, jika sampai waktu yang dijanjikan tak ada realisasi.
Said menambahkan, selama delapan bulan ini para guru honorer ini mampu bertahan karena rasa cinta mereka terhadap pendidikan.
“Ini persoalan perut sehingga harus dituntaskan. Untuk jumlah pasti semua guru honorer belum update datanya tapi di kisaran 300 sampai 500-an,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Maluku Utara Imam Mahdi sudah coba dikonfirmasi melalui telepon maupun WhatsApp, tetapi belum ada jawaban.
editor : NMD
sumber : kompas.com







