Demo Penutupan Jalan Hauling Km 101 Tapin, DPRD Kalsel akan Panggil PT TCT dan PT AGM Senin Depan

Dia menambahkan jumlah pekerja tongkang dan angkutan tambang yang terdampak penutupan jalan hauling mencapai di Kabupaten Tapin dan HSS mencapai ribuan orang.

“Pekerja tongkang hampir 500 orang, sedangkan tronton ada 1300 unit, bila dikalikan dengan masing-masing tiga orang aja, ada ribuan orang yang kena dampaknya,” jelas Syafii.

BACA JUGA: Hj Aida Muslimah Gabung Komisi II DPR RI, Fokus Pendidikan Demokrasi dan Kemajuan Kalsel

Penutupan jalan hauling kilometer 101 Suato Tatakan Kabupaten Tapin menyebabkan para sopir angkutan tambang dan karyawan tongkang sebagian terpaksa berganti profesi menjadi pekerja serabutan untuk menafkahi keluarga.

“Untuk menghidupi keluarga sehari-hari, teman-teman kami ada yang terpaksa menjual barang bekas, hingga menjadi penebas rumput dengan upah yang sangat minim,” kata Suriansyah, sopir angkutan tambang saat mengikuti audensi dengan DPRD Kalsel dan Polda Kalsel, Selasa (22/12/2021).

Suara Suriansyah terdengar bergetar hingga hampir menitikkan air mata saat menyampaikan perderitaanya akibat penutupan jalan hauling kilometer 101 Suato Tatakan Tapin oleh pihak kepolisian sejak tiga pekan terakhir.

“Bayangkan saja, bapak dua anak, jadi tukang potong rumput dibayar 50 ribu sehari, bagaimana kami bisa menghidupi keluarga, untuk makan saja kami sudah menderita,” ujarnya kepada Ketua DPRD Kalsel H Supian HK dan perwakilan Polda Kalsel.

Dirinya berharap agar pemerintah dapat membantu masyarakat yang terdampak sengketa terkait jalan hauling antara PT Tapin Coal Terminal (TCT) dan PT Antang Gunugn Meratus (AGM) tersebut bisa diselesaikan dan perekonomian warga juga segera berjalan.
Penulis : Eep
Editor : Elpian