Syairi berharap agar kejadian serupa tidak terulang dikemudian hari, Balai Pelaksana Jalan Nasional harus lebih hati-hati dan selektif dalam menentukan pemenang tender proyek jalan di Kalsel.
“Utamakan kontraktor pemenang lelang dan peralatan pendukungnya harus ada di wilayah Kalsel sehingga pengerjaan proyek bisa lebih cepat. Jangan sampai alatnya masih di Jawa karena mobilitasnya memakan waktu dan dapat menghambat pekerjaan,” ujarnya.
Untuk diketahui proyek rehabilitasi jalan Simpang Liang Anggang Banjarbaru sampai Batas Kabupaten Tanah Laut sepanjang 3,52 km dengan nilai Rp42,7 miliar dan jalan Batas Kota Pelaihari sampai pertigaan Bati-bati mencapai 2,7 Km senilai Rp32,9 miliar dikerjakan kontraktor dari Malang Jawa Timur, yakni PT Anugerah Karya Agra Sentosa (AKAS) beralamat jalan Besar Ijen dan PT Nugroho Lestari Jalan Ciliwung.
Penulis : Eep
Editor : Elpianur










