Ada tiga hal terkait penanganan bencana, menurutnya yang penting dan harus didorong yakni berkaitan dengan mitigasi, sosialisasi dan manajemen berbasis komunikasi.
Mujiyat menerangkan pihaknya mempunyai rencana aksi yaitu adanya Pergub tentang menajemen berbasis komunikasi ini sebagai regulasi sehingga bisa mendorong kegiatan di masyarakat khususnya di daerah rawan bencana.
“Sehingga semua bisa terkomunikasi,” ucapnya.
BACA JUGA :
Gubernur Paman Birin Ajak Anak Muda di BPBD Adu Cepat Turun ke Lokasi Bencana Banjir di Kalsel
Menyikapi prediksi cuaca di Kalsel saat ini, BPBD ujarnya juga telah berkoordinasi bahkan sudah membentuk desa tangguh bencana seperti di wilayah Tabalong dan Tanah Bumbu (Tanbu).
“Ini bentuk kesiapsiagaan kita menghadapi bencana,” jelasnya.
Salah satu upaya juga yang dilakukan pihaknya dalam penanganan bencana banjir di wilayah rawan adalah melakukan normalisasi sungai seperti di Kab HST.
“Jembatan yang mengalami kerusakan dan menghalangi aliran air, serta sampah kayu dan pohon telah dibersihkan dari sungai,” ujarnya.
Penulis : Eep
Editor : Elpian







