JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Banyak warga yang mengeluhkan tarif karantina di hotel yang dipatok sangat mahal.
Padahal WNI yang pulang bepergian dari luar negeri terutama untuk berbelanja dan pelesir harus melakukan karantina mandiri di hotel selama 10 hari.
Meski banyak yang mengeluhkan tarif hotel karantina, Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran menepis anggapan mahal tersebut,
Ia menyebut biaya hotel karantina selama 10 hari sama sekali tidak menguntungkan secara bisnis karena jauh di bawah standar tarif yang ada.
Tarif karantina di hotel, mulai Rp 7 juta, sudah termasuk layanan apa saja?
# Baca Juga :Covid-19 Gerogoti Timnas Malaysia, Sudah 4 Pemain Positif, Pemain Jalani Karantina Selama 10 Hari
# Baca Juga :Rachel Vennya Diperiksa sebagai Tersangka Kasus Kabur dari Karantina Hari Ini, Lalu 2 Anggota TNI AU?
# Baca Juga :20 Finalis Atak Diang Kabupaten Batola Jalani Karantina Terbuka dan Tertutup, Jelang Grand Final
Menurut Maulana, tarif maksimal karantina mandiri di hotel yang dipatok sekitar Rp 7,2 juta untuk hotel bintang dua dan Rp 21 juta untuk hotel kategori luxury (mewah) merupakan harga paket untuk 10 hari.
“Tidak (menguntungkan), malah lebih murah dan harganya juga tidak dinamis. Ini kan harga paket. Kelihatan mahal karena dari faktor 10 hari itu,” katanya dilansir dari Antara, Rabu (22/12/2021).
Maulana menuturkan, selain harga paket untuk 10 hari, biaya hotel karantina yang terlihat fantastis itu juga sudah termasuk makan untuk tiga kali sehari dan laundry (binatu) untuk lima potong pakaian per hari.










