KALIMANTANLIVE.COM – Hari ini Kamis (24/12/2021), Jerman mendeteksi 810 kasus Covid-19 omicron baru.
Jumlah itu menjadikan total infeksi Covid-19 varian Omicron di Jerman menjadi 3.198 kasus, naik 25 persen dalam sehari.
Bahkan, Institut Penyakit Menular Robert Koch Jerman mengonfirmasi kematian pertama pasien Covid-19 varian Omicron di negara Eropa pada hari ini Kamis (23/12/2021).
Pasien meninggal itu berusia antara 60-79 tahun.
Dari 3.198 kasus Covid-19 Omicron, sebanyak 48 pasien dirawat di rumah sakit.
Ribuan kasus varian Omicron itu ditemukan Jerman melalui tes genome sequencing atau kecurigaan diagnostik berdasarkan tes PCR spesifik varian.
# Baca Juga :3 Kasus Baru Varian Omicron Kembali Ditemukan di Indonesia, Total Menjadi 8 Orang
# Baca Juga :Omicron Mulai Merebak di Indonesia, Pakar UGM Sebut Vaksin Merah Putih Bisa Jadi Booster
# Baca Juga :Tidak Divaksin, Seorang Pria di AS Meninggal, Diduga Positif Covid 19 Varian Omicron
# Baca Juga :Kasus Omicron Merajalela di Amerika Serikat, Kalahkan Varian Delta, Kuasai 73 Persen Kasus Positif Covid-19
Menteri Kesehatan Jerman, Karl Lauterbach, sebelumnya telah memperkirakan varian Omicron akan menjadi varian yang mendominasi kasus Covid-19 di negaranya dalam tiga pekan ke depan.
Lauterbach pun merekomendasikan warga menerima dosis keempat vaksin Covid-19 sebagai booster.
Ia menilai dosis booster diperlukan untuk meredam lonjakan infeksi Covid-19 baru-baru ini, terlebih di tengah penyebaran varian Omicron.
“Kampanye vaksinasi booster yang ofensif adalah elemen terpenting kita dalam perang melawan Omicron,” kata Lauterbach dalam konferensi pers pada Rabu (22/12) seperti dikutip Reuters.
Menurut Lauterbach, tingkat perlindungan vaksin booster terhadap gejala parah covid-19 sangat tinggi.









