KALIMANTANLIVE.COM – Kembali naik harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam dipatok menjadi Rp 933.000 per gram pada Jumat (24/12).
Harga emas batangan PT Antam ini menguat Rp1.000 dari hari sebelumnya Kamis (23/12/2021) sebesar Rp 932.000 per gram.
Begitu pula dengan harga pembelian kembali (buyback) yang naik Rp1.000 dari Rp827 ribu menjadi Rp828 ribu per gram pada hari ini.
Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp516,6 ribu, 2 gram Rp1,8 juta, 3 gram Rp2,68 juta, 5 gram Rp4,44 juta, 10 gram Rp8,82 juta, 25 gram Rp21,93 juta, dan 50 gram Rp43,79 juta.
# Baca Juga :Naik, Harga Emas Antam Kamis 23 Desember 2021 Jadi Rp932.000 Per Gramnya, Simak Rinciannya
# Baca Juga :RINCIAN Harga Emas Antam, Turun Rp 1.000 Jadi Rp 934 Ribu Per Gram, 1 Kg Dipatok Rp 874.600.000
# Baca Juga :Naik Tipis Rp 1.000 Jadi Rp 935.000 per Gram, Ini Rincian Harga Emas Antam Senin 20 Desember 2021
# Baca Juga :Turun Tipis Rp 1.000 Selasa 14 Desember 2021, Harga Emas Antam Dipatok Rp 929.000 Per Gram
Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp87,51 juta, 250 gram Rp218,51 juta, 500 gram Rp436,82 juta, dan 1 kilogram Rp873,6 juta.
Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.
Sementara itu, harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX naik 0,53 persen menjadi US$1.811,7 per troy ons. Begitu juga harga emas di perdagangan spot yang menguat 0,09 persen ke US$1.810,35 per troy ons pada pagi ini.
Pengamat Komoditas Ariston Tjendra memproyeksikan perdagangan emas hari ini akan melanjutkan penguatan dua hari sebelumnya.
“Harga emas Antam kemungkinan naik hari ini dengan kenaikan harga spot,” bebernya kepada CNNIndonesia.com.
Ia menjelaskan bahwa kenaikan harga emas spot sejalan dengan tekanan yang terjadi pada dolar AS. Pelemahan pada dolar mendukung kenaikan harga komoditas yang dinilai dalam dollar AS.
“Membaiknya sentimen pasar terhadap aset berisiko menekan dolar AS sebagai aset aman,” imbuh Ariston.
editor : NMD
sumber : CNN Indonesia









