MOSKWA, KALIMANTANLIVE.COM – Banyaknya orang menghina Nabi Muhammad SAW diberbagai belahan dunia, membuat Presiden Rusia Vladimir Putin angkat bicara.
Menurut Presiden Rusia Vladimir Putin, menghina Nabi Muhammad SAW bukanlah bentuk kebebasan berekspresi.
Putin melanjutkan, perilaku tersebut justru merupakan bentuk pelanggaran terhadap kebebasan beragama dan mencederai perasaan orang-orang Islam.
Pernyataan tersebut disampaikan Putin dalam konferensi pers tahunannya pada Kamis (23/12/2021) sebagaimana diwartakan medua Rusia, TASS.
# Baca Juga :MARAH Harga Baterai Mahal, Pria Ini Ledakkan Mobil Mewah Tesla dengan 33 Kilogram Dinamit
# Baca Juga :BMKG Rilis Waspada Cuaca Ekstrem Sabtu 25 Desember 2021, Hujan Lebat Terjadi Saat Natal di Sejumlah Daerah
# Baca Juga :Ini Dia 5 Negara Paling ‘Santuy’ di Dunia, Indonesia Teratas Kalahkan Australia
# Baca Juga :MARAH Harga Baterai Mahal, Pria Ini Ledakkan Mobil Mewah Tesla dengan 33 Kilogram Dinamit
“Menghina Nabi Muhammad? Apakah ini kebebasan berekspresi? Saya kira tidak,” kata Putin sebagaimana dilansir Anadolu Agency.
“Ini adalah pelanggaran kebebasan beragama dan pelanggaran perasaan suci orang-orang yang memeluk Islam,” tutur Putin.
Dia menambahkan, penghinaan tersebut justru menghidupkan dan menyemai ekstremisme yang lebih akut.
Dia memberikan contoh serangan terhadap kantor redaksi majalah Charlie Hebdo di Paris setelah media tersebut menerbitkan karikatur Nabi Muhammad.
Putin menambahkan, kebebasan berekspresi memiliki batasan dan individu tidak boleh melanggar kebebasan orang lain sebagaimana dilansir TRT World.










