FAKTA Banjir di Palembang, Korban Banjir Berjatuhan dari Pengmudi Ojol hingga Dosen UIN Tewas Tersengat Listrik

Air hujan yang menggenangi beberapa ruas jalan protokol dan kawasan permukiman penduduk tersebut, mengakibatkan pula arus lalu-lintas mengalami kemacetan panjang serta tidak sedikit kendaraan roda dua dan empat mogok karena mesin kemasukan air.

Seorang warga kawasan Sekip, Fatma mengatakan hujan yang turun cukup lama pada akhir pekan ini menggenangi jalan akses menuju ke kawasan pemukiman tempat tinggalnya serta sejumlah rumah warga sekitar kawasan yang terdapat Sungai Bendung itu.

Genangan air hujan tersebut biasa terjadi, melihat kondisi ini pihaknya mengharapkan kepada Wali Kota Palembang membuat program pengendalian banjir yang lebih baik sehingga pada saat hujan lebat turun tidak menimbulkan genangan air di mana-mana, kata warga.

Pemkot Palembang memohon maaf kepada seluruh warga kota atas banjir yang terjadi kali ini dan akan dilakukan perbaikan sistem pengendalian banjir dengan menambah kolam retensi dan fasilitas pendukung lainnya.

Kepala Bagian Operasi Basarnas Palembang Agus Mujiono mengatakan, ada sebanyak 250 warga yang dievakuasi di Graha Sukawinatan, Jalan Perjuangan, Kelurahan Sukajaya Kecamatan Sukarame, Palembang karena rumah mereka digenangi air setinggi lebih dari 100 cm.

Mereka yang dievakuasi terdiri atas anak-anak, lansia dan ibu hamil menggunakan perahu karet secara bergiliran dari rumah ke tempat yang lebih aman.

editor : NMD
sumber : CNN Indonesia