“Uangnya habis buat kebutuhan sehari-hari. Kirim buat anak,” imbuhnya.
“Tapi Saya kapok begini. Kalau ada yang bisa ngasih kerjaan, Saya akan sangat berterimakasih. Saya mau cari kerjaan yang halal,” ucapnya.
Lain NH, lain KM (19) yang merupakan seorang lelaki dan menjajakan diri sebagai wanita pria (Waria).
Pemuda asal Kota Makassar, Sulawesi Selatan ini mengaku sudah melakoni pekerjaan ini sejak satu tahun lalu.
Ia menerangkan, awalnya dirinya merupakan salah seorang Karyawan di sebuah salon kota kelahirannya tersebut.
Namun ketika pandemi melanda, banyak salon kecantikan yang harus berhenti beroperasi bahkan gulung tikar lantaran PPKM yang berlaku.
“Ya akhirnya coba kerja begini. Ternyata ada saja pelanggan. Dari pada enggak kerja. Siapa yang mau kasih kita makan?” kata KM.
Pemuda yang tidak sempat menamatkan pendidikan SMA ini mengaku tidak menetap di Samarinda.
Ia selalu mobile dari satu tempat ke tempat lain di Kalimantan Timur untuk mencari pelanggan.
“Tarif Rp 500 ribu. Uangnya buat Aku sendiri sih. Gaya hidup lha begitu,” ucapnya lentik.
editor : NMD
sumber : kalteng.tribunnews.com







