“Yang terpenting dia berbagi ilmu dengan anak-anak lain. Dia berkontribusi dalam penyebaran ilmu pengetahuan,” tambah Rodrigues Moreira.
“Gairah untuk astronomi”
Keluarga Nicolinha pindah ke Fortaleza dari kampung halaman mereka di Maceio, sekitar 1.000 kilometer jauhnya, pada awal 2021, setelah Nicolinha menerima beasiswa untuk bersekolah di sekolah bergengsi itu.
Ayahnya yang seorang ilmuwan komputer diizinkan untuk tetap di pekerjaannya dan bekerja dari jarak jauh.
“Ketika dia berusia dua tahun, dia akan mengangkat tangannya ke langit dan bertanya kepadaku, ‘Bu, beri aku bintang,’ kata ibunya, Zilma Janaca (43) yang bekerja di industri kerajinan.
“Kami mengerti bahwa hasrat untuk astronomi ini serius ketika dia meminta teleskop sebagai hadiah ulang tahun ketika dia berusia empat tahun. Saya bahkan tidak benar-benar tahu apa itu teleskop,” tambah Janaca.
Nicolinha sangat ingin mendapatkan teleskop sehingga dia memberitahu orang tuanya bahwa dia akan menukarnya dengan semua pesta ulang tahunnya di masa depan.
Namun, hadiah seperti itu terlalu mahal untuk keluarga dan gadis itu baru mendapatkannya ketika dia berusia 7 tahun, dan semua temannya mengumpulkan uang untuk membelikannya, kata ibunya.
Saat ia melanjutkan studinya, Nicolinha mendaftar di kursus astronomi yang menurunkan batas usia untuk siswa di bawah 12 tahun.
Di kanal YouTube-nya, Nicolinha pernah mewawancarai tokoh berpengaruh seperti astronom Brasil Duilia de Mello, yang mengambil bagian dalam penemuan supernova yang disebut SN 1997D.
Tahun lalu, Oliveira menuju Brasilia untuk bertemu dengan menteri ilmu pengetahuan serta astronot Marcos Pontes, satu-satunya orang Brasil hingga saat ini yang pernah ke luar angkasa.
Adapun untuk ambisinya sendiri, Nicolinha ingin menjadi insinyur luar angkasa.
“Aku ingin membuat roket. Aku ingin pergi ke Kennedy Space Center di NASA di Florida untuk melihat roket mereka,” katanya.
“Aku juga ingin semua anak di Brasil memiliki akses ke sains,” katanya.
editor : NMD
sumber : kompas.com









