Fenomena hujan ikan disebut pula dengan istilah Lluvia de Peces. Dimulai di sekitar tahun 1800, dan selalu terjadi di sekitar bulan Mei dan Juni.
Lluvia de Peces berupa badai yang menyapui seluruh kota diikuti dengan hujan yang sangat deras.
Selepas hujan selesai, akan terlihat banyak ikan kecil-kecil menggelepar di tanah, di seluruh penjuru kota.
Bagaimana hujan ikan bisa terjadi
Menurut National Geographic, fenomena hujan ikan lebih dikenal dengan fenomena animal rain.
Fenomena animal rain terjadi jika hewan kecil-kecil seperti ikan, katak, dan burung terangkut waterspout atau disebut pula dengan belalai air atau angin puting beliung yang ada di permukaan air.
Hewan kecil-kecil ini akan terbawa ke langit, dan akan terjatuh kembali bersama dengan air hujan yang deras.
Meski kebanyakan animal rain hanya membawa ikan dan katak, ada fenomena yang terasa lebih mengerikan karena air hujan yang ada membawa turun pula ular, tikus, ubur-ubur, laba-laba, dan berbagai hewan tak terduga lainnya.
Dalam beberapa kasus, hewan-hewan ini sudah mati ketika terjatuh ke tanah. Namun, di beberapa kasus lain, ikan yang berjatuhan dari langit ini masih hidup dan menggelepar di atas tanah.
Begitu juga dengan hewan lain seperti kelelawar dan burung yang terangkut waterspout. Beberapa ada yang mati, beberapa masih hidup. Jadi ketika menyentuh tanah, mereka langsung bisa terbang pergi.
editor : NMD
sumber : kompas.com








