“Jumlahnya (yang kontak erat) saya tidak hafal, tapi tim Dinkes sudah ke lokasi (hotel) dan besok di swab PCR,” katanya.
Seluruh sampel dari hasil swab PCR itu akan dikirim langsung ke laboratorium Litbang Kesehatan Kemenkes RI untuk diteliti jenis varian Covid-19.
“(Dikirim) ke Litbangkes, karena yang kasus ini (warga Surabaya) sudah Omicrom kan,” tuturnya.
Sementara itu, untuk tracing di tempat-tempat wisata yang pernah dikunjungi pasien positif Omicron itu, Suarjaya belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut.
Pihaknya saat ini masih terus berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Jawa Timur termasuk dengan pasien tersebut terkait tempat wisata mana saja yang dikunjungi selama di Bali.
“Dia lupa kemana dan sama siapa saja, yang jelas dia sempat jalan-jalan ke beberapa tempat tapi dia tidak ingat dengan siapa saja bertemu,” kata Suarjaya.
“Ke obyek-obyek wisata dia bilang. tapi karena dia sekarang lagi dirawat di rumah sakit, agak susah juga dikontak,” lanjutnya.
Karenanya, Suarjaya mengaku sedikit kesulitan melacak kemana saja pasien tersebut selama di Bali.
“Dia cuma bilang (ke) tempat wisata, dia tidak merinci dan dia juga tidak tahu siapa yang ditemui, kan tidak kenal. Ini yang agak merepotkan. Tapi dia bilang sudah memakai aplikasi PeduliLindungi,” jelasnya.
Pihaknya mengimbau warga yang berada di Bali untuk selalu mematuhi protokol kesehatan. Apabila merasakan gejala Covid-19, dia meminta untuk sesegera mungkin melapor ke Satgas Covid-19 terdekat.
“Sekarang (kasus Covid-19 di Bali) masih landai, semoga tidak ada lonjakan kasus,” tuturnya.
editor : NMD
sumber : kompas.com







