“Warga sudah sempat mencoba naik dengan menggunakan tangga bambu. Namun tak mampu menjangkau ke tubuhnya sehingga dibatalkan. Karena malah khawatir semuanya celaka, bukan hanya korban saja,” ujar Tedi Prasojo, Kasi Damkar yang memimpin evakuasi korban yang pingsan di atas pohon itu.
Begitu tiba di lokasi, tim langsung menyiapkan peralatan, mulai tali dan tangga.
Dengan menggunakan tangga hidrolis, petugas Damkar dengan mudah menjangkau tubuh korban, yang berada di atas ketinggian 10 meter dari bawah tanah itu.
Setelah memikirkan semua resiko terkecilnya, maka korban diturunkan bukan dengan cara digendong oleh petugas.
Namun tubuhnya diikat dengan diturunkan pelan-pelan. Dan di bawah pohon disiapkan banyak orang untuk menyambut tubuh korban.
“Meski kondisinya pingsan namun selamat karena langsung dilarikan ke rumah sakit. Kemungkinan korban sempat dehidrasi,” ungkapnya.
Bagaimana awalnya Deni sampai pingsan? Tedi menuturkan bahwa saat itu korban disuruh ibunya untuk membantu ayahnya mencari pakan kambing.
Maka ia mencari daun randu dengan memanjat pohon yang ada di samping rumahnya.
Untungnya saat memanjat itu, ia ditemani Qomari tetangganya. Namun Qomari tidak ikut memanjat melainkan hanya menemani di bawah.
“Temannya itu yang tahu semua kronologisnya karena ia menunggui di bawah pohon,” paparnya.
Saat sudah mengumpulkan banyak ramban (pakan ternak dari dedaunan) korban berteriak dari atas.
Korban mengatakan sangat haus. Namun tak mungkin juga turun, karena sudah kelelahan.
Qomari lantas mengambilkan minuman sebotol air mineral yang diikatkan di ujung galah bambu. Lalu disodorkan ke atas agar diraih Deni.
“Usai diminum oleh korban, botol itu dilemparkan saja,” tambah Tedi.
Yang mengejutkan, setelah menenggak air hingga habis separo botol mineral berukuran 1 liter, korban berteriak dari atas.
Ia berteriak kepada Qomari kalau tubuhnya mendadak lemas dan bersamaan itu mendadak berkeringat dingin cukup banyak.
Karena tak mungkin langsung turun karena bisa kian membahayakannya, Qomari berteriak kepada korban agar duduk di antara dua cabang yang menjulang ke atas.
Itu tinggal dahannya saja karena daunnya sudah ditebas habis oleh korban. Begitu sudah bersandar di antara dua cabang itu, korban terlihat sudah lemas.







