BREAKING NEWS Jokowi Batal Hapus Premium, Warganet: Tapi di SPBU Sudah Nggak Ada Setahun

KALIMANTANLIVE.COM – Pemerintah batal menghapus premium, yang merupakan bahan bakar minyak (BBM) produk dari Pertamina tahun 2022 ini.

Bahkan, pemerintah memastikan distribusi Premium masih bisa dilakukan di seluruh wilayah Indonesia, tanpa terkecuali.

Pembatalan itu setelah Presiden Joko Widodo menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 117 Tahun 2021 tentang Perubahan Ketiga Atas Perpres Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar pada 31 Desember 2021.

Disebutkan dari salinan Perpres Nomor 117 yang telah diunggah resmi di laman Sekretariat Negara, Minggu (2/12/2022), terdapat poin penegasan bahwa BBM jenis Premium dengan Research Octane Number (RON) 88 masih dapat didistribusikan ke seluruh Indonesia.

# Baca Juga :Diserang Kawanan Kera Liar, Tiga Warga di Pahandut Palangkaraya Alami Luka-luka

# Baca Juga :Astronom Termuda di Dunia, Masih 8 Tahun Nicole Oliveira Sudah Kerja bareng NASA

# Baca Juga :BREAKING NEWS Jokowi Putuskan Vaksinasi Booster Dimulai 12 Januari 2022, Menkes Sebut Usai di Atas 18 Tahun

# Baca Juga :Pertamina Hapus BBM Premium dan Pertalite, Diganti Pertamax, Harus Melalui 3 Tahapan Ini

Awalnya, sebelum diubah, pemerintah menetapkan bahan Premium dapat didistribusikan di seluruh wilayah Indonesia, kecuali di wilayah Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Bali.

Namun, kini pemerintah memastikan bahwa distribusi Premium masih bisa dilakukan di seluruh wilayah Indonesia, tanpa terkecuali.

Wacana penghapusan Premium dan Pertalite

Sebelumnya pemerintah berencana menghapus BBM jenis Premium dan Pertalite mulai 2022.

Alasannya karena Premium dan Pertalite memiliki nilai oktan atau RON di bawah 91 yang dinilai kurang ramah lingkungan.

Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Kementerian ESDM Soerjaningsih mengatakan, BBM yang ramah lingkungan adalah memiliki RON di atas 91 seperti Pertamax dan Pertamax Turbo.

“Kita memasuki masa transisi di mana Premium (RON 88) akan digantikan dengan Pertalite (RON 90), sebelum akhirnya kita akan menggunakan BBM yang ramah lingkungan,” ujar Soerjaningsih dalam Focus Group Discussion pada 20 Desember 2021.