JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun, Selasa (4/1/2022).
Seperti dirilis situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam dipatok Rp 935.000.
Pada Senin (3/1/2022) kemarin, harga emas Antam juga turun mencapai Rp 10.000 atau berada di level Rp 945.000 per gram.
Sementara harga buyback emas Antam berada di level Rp 828.000 per gram.
# Baca Juga :Stagnan di Level Rp 975.000 Per Gram, Berikut Rincian Harga Emas Antam di Pegadaian 3 Januari 2022
# Baca Juga :Dipatok Rp 970.000 Per Gram, Harga Emas Antam di Pegadaian 27 Desember 2021 Stagnan, Emas UBS Dijual Segini
# Baca Juga :HARGA Emas pt Antam di Pegadaian Akhir Pekan Ini, Per Gram Naik Rp 1.000 Jadi Rp 970 Ribu
# Baca Juga :NAIK Rp 1.000, Harga Emas Antam Hari Ini Jumat 24 Desember Dipatok Jadi Rp 933.000
Harga tersebut turun Rp 12.000 jika dibandingkan dengan harga buyback pada Senin (3/1) yang ada di Rp 840.000 per gram.
Berikut harga emas batangan Antam dalam pecahan lainnya per Selasa (4/1/2022) belum termasuk pajak:
Harga emas 0,5 gram: Rp 517.500
Harga emas 1 gram: Rp 935.000
Harga emas 5 gram: Rp 4.450.000
Harga emas 10 gram: Rp 8.845.000
Harga emas 25 gram: Rp 21.987.000
Harga emas 50 gram: Rp 43.895.000
Harga emas 100 gram: Rp 87.712.000
Harga emas 500 gram: Rp 437.820.000
Harga emas 1.000 gram: Rp 875.600.000
Harga Emas Spot Naik Tipis
Sementara itu, harga emas menguat tipis setelah kemarin turun tajam. Selasa (4/1) pukul 8.00 WIB, harga emas spot berada di US$ 1.805,49 per ons troi.
Harga emas menguat 0,22% setelah kemarin turun 1,52%. Sedangkan harga emas kontrak Februari 2022 di Commodity Exchange hari ini menguat 0,22% ke US$ 1.804,10 per ons troi setelah kemarin turun 1,56%.
Penurunan harga emas kemarin disebabkan oleh minat risiko investor yang lebih tinggi sehingga keluar dari aset safe haven.
“Yield US Treasury yang meningkat, dolar yang lebih kuat, dan sentimen risiko yang meningkat mendorong ekuitas, memberi tekanan pada pasar emas,” kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures kepada Reuters. Benchmark imbal hasil Treasury AS 10-tahun naik ke puncak enam minggu, menumpulkan daya tarik emas yang tidak memberikan bunga.
# Baca Juga :Naik, Harga Emas Antam Kamis 23 Desember 2021 Jadi Rp932.000 Per Gramnya, Simak Rinciannya
# Baca Juga :RINCIAN Harga Emas Antam, Turun Rp 1.000 Jadi Rp 934 Ribu Per Gram, 1 Kg Dipatok Rp 874.600.000
Meskipun kasus virus corona melonjak, jumlah kematian dan rawat inap dari varian Omicron relatif rendah, membuat banyak pemerintah berhenti memberlakukan penguncian. Haberkorn mengatakan investor memperkirakan gelombang virus corona baru bersifat sementara.
Dolar naik terhadap sekeranjang mata uang utama, membuat emas lebih mahal bagi pembeli luar negeri, mengikuti imbal hasil obligasi pemerintah karena investor mengantisipasi Federal Reserve AS akan tetap berada di jalur kenaikan suku bunga pada tahun 2022.
Harga emas tahun lalu menandai penurunan tahunan terbesar sejak 2015. Harga emas melemah 3,6% pada tahun 2021.
Analis UBS Giovanni Staunovo mengatakan kenaikan suku bunga AS dan penurunan inflasi AS selama 2022 dapat membebani emas. Dia memperkirakan harga emas akan berada di US$ 1.650 pada akhir tahun.
Beberapa investor memandang emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang lebih tinggi. Tetapi emas batangan sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga AS, yang meningkatkan biaya memegang komoditas.
editor : NMD
sumber : kontan.co.id







