Pedagang Makanan Tanahlaut Tak Bisa Naikkan Harga, Sementara Telur dan Minyak Goreng Masih Mahal

PELAIHARI, KALIMANTANLIVE.COM – Sejumlah pedagang di Kota Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel) mengaku kebingungan, pasalnya harga bahan makanan masih mahal.

Terutama harga minyak goreng, telur, dan cabai. Hal itu jelas merepotkan kalangan pedagang makanan.

Beberapa pedagang makanan mengaku berada pada posisi yang dilematis.

“Gimana ya, mau naikin harga makanan takut pelanggan hilang. Gak naikin harga, tapi harga bahan makanan naiknya minta ampun. Pusing juga jadinya,” jelas Yati, pedagang makanan di kawasan Jalan A Syairani, Pelaihari, Rabu (5/1/2021).

Ia mengatakan hingga sekarang tetap tiga jenis bahan makanan yang cukup mahal yaitu telur, minyak goreng, dan cabai (lombok).

# Baca Juga :Harga Minyak Goreng Terus Melambung, HET yang Ditetapkan Pemerintah RI Tak Bergigi

# Baca Juga :Pemerintah Cabut Larangan Menjual Minyak Goreng Curah, Belum Diberlakukan Harga Sudah Melambung

# Baca Juga :Indomie Goreng Jadi Mie Goreng Instan Terenak Menurut New York Magazine, Kok Bisa?

# Baca Juga :Natal 2021, Harga Cabai Merah Tembus Rp125 Ribu per Kg sedang Telur Ayam Rp30.692 per Kg

Kenaikannya ada yang dua kali lipat lebih seperti cabai.

Ibu dua anak ini mengatakan salah satu upaya yang ia lakukan untuk menyiasati melambungnya harga sejumlah bahan makanan itu, terpaksa meniadakan lombok mentah sebagai pilihan sambal alami.

“Biasanya kan selain sambal yang diulek, saya juga nyediain lombok mentah. Tapi karena harganya kan mahal banget, ya cukup sambal saja sekarang,” sebutnya.

Beda lagi yang dilakukan Risnasari.

Pedagang makanan yang berjualan di lingkungan kampus Politeknik Negeri Tanahlaut (Politala) ini mengaku terpaksa sedikit mengurangi porsi menu makanan yang ia sajikan.