Hal ini dipengaruhi oleh membaiknya penerimaan pajak dari mayoritas sektor utama penyumbang penerimaan pajak, yang diikuti pemanfaatan stimulus perpajakan yang tinggi.
“Sementara kinerja penerimaan cukai dipengaruhi oleh kebijakan tarif cukai hasil tembakau, efektivitas pengawasan, serta peningkatan aktivitas ekspor dan impor.
BACA JUGA :
Pemprov Kalsel Tak Menanggung Biaya Pendampingan untuk Pasien Kanker, Dinkes: Masuk BPJS Kesehatan
Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) didukung meningkatnya harga komoditas minyak mentah, minerba, CPO serta membaiknya layanan PNBP kementerian dan lembaga seiring meningkatnya aktivitas masyarakat,” kata Menteri Keuangan, Sri Mulyani, melalui siaran pers Kementerian Keuangan.
Komponen penyumbang pendapatan lainnya adalah realisasi hibah yang mencapai Rp4,6 triliun, terutama berasal dari hibah dalam negeri langsung dan hibah luar negeri yang terencana pada kementerian dan lembaga.
“Jadi, kalau sekarang pendapatan negara mencapai Rp2.003,1 triliun, itu kita tumbuhnya 21,6 persen lebih tinggi dari APBN kita yang Rp1.743,6 triliun. Ini adalah suatu recovery dan rebound yang sangat kuat. (MC Kalsel/Rns)
Kalimantanlive.com
Editor : Elpian







