JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Sinyal kenaikan suku bunga acuan yang lebih cepat menyebabkan pesona emas menjadi lebih suram.
Akibat kondisi itu harga emas melemah pada pagi ini, Kamis (6/1/2022).
Pada pagi ini pukul 7.35 WIB, harga emas spot berada di US$ 1.808,01 per ons troi.
Harga emas spot melemah 0,13% ketimbang penutupan perdagangan kemarin pada US$ 1.810,44 per ons troi.
Sedangkan harga emas kontrak Februari 2022 di Commodity Exchange berada di US$ 1.808,20 per ons troi.
# Baca Juga :HARGA Emas Hari Ini 5 Januari 2022 Kembali Melemah, Akibat Investor Beralih ke Pasar Saham
# Baca Juga :TURUN Rp 10.000, Harga Emas Antam Menjadi Rp 935.000 Per Gram Selasa 4 Januari 2022
# Baca Juga :Stagnan di Level Rp 975.000 Per Gram, Berikut Rincian Harga Emas Antam di Pegadaian 3 Januari 2022
# Baca Juga :Dipatok Rp 970.000 Per Gram, Harga Emas Antam di Pegadaian 27 Desember 2021 Stagnan, Emas UBS Dijual Segini
Harga emas berjangka ini melemah 0,92% dari penutupan perdagangan kemarin pada US$ 1.825,10 per ons troi.
Harga emas tergelincir karena imbal hasil obligasi AS melonjak setelah risalah dari pertemuan Federal Reserve terakhir menunjukkan bahwa bank sentral AS mungkin perlu menaikkan suku bunga lebih cepat dari yang diharapkan untuk mengekang inflasi.
“Pasar emas telah melihat penurunan dari tertinggi baru-baru ini dalam menanggapi risalah Fed.
Pasar sudah terbebani oleh ekspektasi Fed yang lebih hawkish,” kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures kepada Reuters.
Kenaikan imbal hasil obligasi jelas membebani pasar emas. Namun, dukungan yang mendasari adalah tekanan inflasi yang sedang berlangsung dan kekhawatiran virus membawa sedikit elemen permintaan safe haven.
Menurut risalah dari pertemuan kebijakan Fed 14-15 Desember, pejabat Fed mengatakan bulan lalu bahwa pasar tenaga kerja AS sangat ketat.
The Fed menyebut, mungkin tidak hanya perlu menaikkan suku bunga lebih cepat dari yang diharapkan, tetapi juga mengurangi kepemilikan aset dengan cepat.
Setelah rilis risalah Fed, benchmark imbal hasil Treasury AS 10-tahun naik ke level tertinggi sejak April 2021, sementara dolar memangkas kerugian.







