KALIMANTANLIVE.COM – Kasus Covid-19 varian Omicron di seluruh dunia semakin mengkhawatirkan.
Bahkan sudah mencapai 477.557 kasus dan 111 kematian per Rabu (5/1/2022).
Sementara itu, jumlah kasus aktif Covid-19 di Jakarta, per Rabu (5/1/2022) kemarin mencapai 908 kasus.
Sebanyak 73 persen-nya merupakan pelaku perjalanan luar negeri.
# Baca Juga :Pakar Sebut Orang yang Terinfeksi Covid-19 Omicron Banyak Berkeringat di Malam Hari
# Baca Juga :Pasien Omicron Sempat Berwisata ke Bali dan Menginap di Nusa Dua, Dinkes Bali: Dia Lupa Kemana dan Sama Siapa
# Baca Juga :KABAR BAIK, Vaksin Dosis Ketiga Efektif Mencegah Penyakit Akibat Varian Omicron hingga 88 Persen
# Baca Juga :WAJIB Diketahui! Inilah 5 Gejala Utama Varian Omicron versi Peneliti Inggris, Apa Saja?
Varian Omicron pula yang diduga menjadi penyebab ‘tsunami’ Covid-19 di Amerika Serikat dan India baru-baru ini.
Menurut situs tracking Omicron, Newsnodes, Inggris masih menduduki posisi teratas dengan 246.780 kasus dan 75 kematian.
Di posisi kedua, disusul Denmark dengan 57.125 kasus dengan 18 kematian, kemudian Amerika Serikat dengan 42.588 kasus dan 1 kematian.
Kasus Covid di sejumlah negara Eropa, Amerika Serikat dan India melonjak tinggi. Hal ini diduga karena varian Omicron.
Pada Senin (3/1) lalu, kasus harian Covid-19 di AS pecah rekor dengan 1.082.549 juta kasus.
Pihak berwenang AS, menduga lonjakan kasus itu kemungkinan disebabkan laporan Covid-19 yang tertunda selama libur Tahun Baru.
Sejumlah negara bagian di AS, juga tak merilis kasus harian Covid-19 pada malam Tahun Baru, Jumat (3/1). Selain itu, banyak wilayah di AS yang tak melaporkan infeksi Covid-19 selama akhir pekan lalu.
Hal tersebut menyebabkan perhitungan laporan kasus harian pada Senin merupakan akumulasi selama akhir pekan lalu.
Pakar Kesehatan AS juga sudah mewanti-wanti kasus Omicron akan naik drastis di negara itu sebagaimana di Inggris.








