Demi Penghasilan yang Berlipat-lipat, Petani di Kabupaten Tanahlaut Tebangi Pohon Karetnya

PELAIHARI, KALIMANTANLIVE.COM – Sektor pertanian dan perkebunan di Kabupaten Tanahlaut, Kalimantan Selatan hingga saat ini tetap survive.

Padahal daetah itu baru diterpa pandemi corona virus diseases (covid-19) yang berkepanjangan.

Bahkan saat ini harga sejumlah komoditas makin menanjak. Contohnya tandan buah segar (TBS) kelapa sawit.

Saat ini harga per kilogramnya mencapai Rp 2.300 dari sebelumnya sekitar Rp 1.800 saja

Hal itu cukup melegakan kalangan petani terutama yang memiliki kebun kelapa sawit mandiri maupun plasma.

# Baca Juga :Pedagang Makanan Tanahlaut Tak Bisa Naikkan Harga, Sementara Telur dan Minyak Goreng Masih Mahal

# Baca Juga :Rutin Garuk Penjual Miras, Ini Harapan Warga kepada Satpol PP Kabupaten Tanahlaut

# Baca Juga :Dua Sahabat dan Tinggal Satu Kos di Tanahlaut, Ketika Cekcok Berakhir dengan Berdarah-darah

# Baca Juga :6 Pejabat Tanahlaut Lolos Lelang Jabatan, Perebutkan 3 Jabatan Eselon II yang Lowong

Pasalnya pendapatan mereka juga turut naik.

Bahkan saat ini sejumlah petani di Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), mulai fokus mengembangkan kebun sawit secara mandiri.

Di antaranya menanam baru atau mengawali bertanam sawit seperti yang dilakukan Agus, warga Pelaihari yang memiliki lahan di Desa Ujungbaru, Kecamatan Pelaihari.

Bapak tiga anak ini mengatakan dalam waktu dekat akan menanam kelapa sawit.

“Ada kebun sekitar satu hektare, akan saya coba tanami sawit karena banyak teman saya yang sudah punya kebun sawit, sekarang penghasilannya sangat menggiurkan,” sebutnya, Jumat (7/1/2021).

Rata-rata per hektare dikatakannya dapat hasil bersih sekitar Rp 2,5 juta hingga Rp 3 juta sekali panen.

Sedangkan dalam sebulan setidaknya dilakukan dua kali panen.