SUMEDANG, KALIMANTANLIVE.COM – Bocah lelaki usia lima tahun di Sumedang, Jawa Barat disekap dalam rumah dengan kondisi tangan dan kaki diikat rantai besi.
Warga menyelamatkan sang anak dan melaporkan kejadian penyekapan tersebut ke polisi terdekat.
Warga menyebut rumah dijadikan tempat sekap bocah itu milik perempuan S berada di Kompleks Anggrek Regency, Kabupaten Sumedang.
Terungkap fakta, selain disekap dan dirantai, bocah R juga mengalami kekerasan fisik lainnya.
Berdasarkan hasil visum, pada tubuh anak tersebut ditemukan sejumlah jejak luka akibat hantaman benda tumpul, akibat gigitan, bahkan jejak luka akibat cairan panas.
# Baca Juga :Bocah 5 Tahun Ditemukan Kaki Tangan Dirantai di Ranjang & Pelek Mobil, Ketahuan saat Rumah Nyaris Terbakar
# Baca Juga :Dibujuk Pakai Uang Rp7 Ribu, Pemuda 27 Tahun di Kotabaru Cabuli Bocah 10 Tahun di Kebun Sawit
# Baca Juga :Diduga Dibawa Makhluk Gaib, Bocah Tujuh Tahun di Samarinda Mendadak Hilang Misterius
# Baca Juga :Tersambar Petir, Bocah di Kabupaten Tanahbumbu Tewas, akibat Malam-malam Berada di Depan Warung
“Benda tumpul, gigitan, dan siraman minyak panas,” kata Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto di Sumedang, Jawa Barat, Kamis (6/1/2022).
Kapolres mengungkap, S melakukan penyekapan terhadap anak tersebut karena merasa tidak kuat mengurus.
Anak tersebut diakui pelaku adalah anak sepupunya.
“Alasannya karena tidak kuat lagi mengurus anak tersebut, sehingga setiap kali S ini keluar rumah, dia menyekap anak itu,” katanya.
Ditanya indikasi perdagangan manusia (human trafficking), Eko mengatakan polisi masih terus mendalami kasus ini.
“Segala kemungkinan masih bisa terjadi sebab tersangka ini pernyataannya berubah-ubah,” katanya.
Pernyataan yang berubah salah satunya adalah hubungan kekerabatan antara tersangka dengan korban.
Pada pengakuan yang lain, tersangka mengatakan korban adalah anak yang dititipkan kakeknya kepadanya. Sementara kakeknya adalah warga Lampung.







