Nelayan Pakai Bom Ikan dan Setrum Marak di Sungai Barito, KNPL: Kami Tak Bisa Membendung

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN – Maraknya penangkap ikan dengan cara yang tidak tepat membuat sejumlah nelayan di perairan Sungai Barito merasa gerah.

Terlebih nelayan yang tidak bertanggungjawab itu menggunakan bom ikan dan alat setrum.

Hal ini dinilai curang dan tidak ramah dengan ekosistem alam itu sendiri.

# Baca Juga :Fuso Pengangkut Kayu Galam di Batola Mendadak Berjalan Mundur Akhirnya Rusak Mobil Rusak

# Baca Juga :KECELAKAAN MAUT, Pikap vs 2 Motor Matik, 2 Orang Tewas di Jalan Trans Kalimantan Kabupaten Batola

# Baca Juga :Warga dan Relawan Berjaga-jaga Antisipasi Dampak Banjir Rob di Batola, Air Pasang Masih Tinggi

# Baca Juga :Ketua DPRD Kalsel Supian HK Pantau Proyek Pembangunan Irigasi di Batola Lewat Drone, Ini Tujuannya

Disampaikan Arbain, Ketua Kelompok Nelayan Peduli Lingkungan (KNPL), pihaknya mengaku sudah tidak bisa membendung maraknya nelayan curang ini.

“Kalau cuma kami, sulit sudah menegur,” ucapnya. Jumat (7/1/2022).

Untuk itu, pihaknya pun menggandeng pihak berwajib untuk turut mengimbau dan mengawasi aksi-aksi para nelayan dengan alat tangkap tidak normal tersebut.

“Guna pengawasan, kami kerjasama dengan anggota Polsek, Koramil dan Polairud yang bertugas di perairan Barito,” terang Armain.

Ia juga menambahkan, sejumlah plang pemberitahuan bahwa menangkap ikan dengan bahan peledak, setrum, bius maupun racun dilarang, ada sanksi tertentu.

Hal ini berkenaan dengan aktivitas nelayan sendiri merupakan mata pencarian mereka.