Teken Kerjasama dengan BP Tapera, Hanawijaya : Bank Kalsel Siap Salurkan KPR Sejahtera bagi MBR

BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Direktur Utama Bank Kalsel Hanawijaya menyatakan kesiapan Bank Kalsel menyalurkan KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) kepada masyarakat khususnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) guna mendukung pemerintah pusat melalui Program Sejuta Rumah (PSR).

“Bank Kalsel dan Bank Kalsel Syariah sebagai bank yang ditunjuk oleh Kementerian PUPR tentunya siap mendukung pemerintah dalam menyukseskan Program Sejuta Rumah (PSR) melalui Produk KPR Sejahtera FLPP,” katanya.

Hal itu disampaikan Hanawijaya usai penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan BP Tapera tentang Penyaluran Dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan Melalui Kredit Pemilikan Rumah Sejahtera Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (06/01/2021).

BACA JUGA:
Dirut Bank Kalsel Hanawijaya Ungkap 3 Strategi untuk Penuhi Modal Inti Minimum Rp 3 Triliun di 2024

BACA JUGA:
Direksi Bank Kalsel Bakal Bertambah, Hanawijaya : Calon Sudah Jalani Fit and Proper Tes dengan OJK

BACA JUGA:
Komisi I DPRD Kalsel Sebut dari Lima BUMD, Bank Kalsel Terbanyak Beri Kontribusi terhadap PAD

Pemerintah telah memiliki beragam program dalam rangka memenuhi kebutuhan rumah bagi MBR antara lain Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM), Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) dan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).

Dirut Bank Kalsel Hanawijaya teken perjanjian kerjasama dengan BP Tapera. (foto: Bank Kalsel)

Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) yang merupakan badan hukum yang mengelola tabungan perumahan rakyat kini memegang estafet penyaluran dana bantuan pembiayaan perumahan FLPP dari Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP).

Peralihan pengelolaan dana FLPP tersebut secara resmi ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) antara PPDPP dengan BP Tapera dan Perjanjian Tripartit bersama bank-bank Pelaksana di Kampus Kementerian PUPR beberapa waktu yang lalu.