Banjir dan Longsor di Jayapura Papua, 7 Orang Tewas dan Begini Kondisi Pasar Youtefa Memprihatinkan

KALIMANTANLIVE.COM – Banjir dan longsor melanda Kota Jayapura, Papua pada Jumat (7/1/2022) kemarin.

Banjir dan longsor ini dipicu hujan yang turun mulai sejak Kamis (6/1/2022) malam hingga Jumat (7/1/2022) dini hari.

Akibat banjir dan longsor ini, 7 orang warga Kota Jayapura tewas.

Banjir di Pasar Youtefa Abepura yang tingginya lebih dari orang dewasa terpantau telah surut pada Sabtu (8/1/2022).

Dikutip dari TribunPapua, Sabtu (8/1/2022), pasca direndam banjir, kondisi Pasar Youtefa Abepura pasca-diterjang cukup mengenaskan.

# Baca Juga :VIRAL Video Pasangan Pengantin di Lamongan Naik Perahu ke KUA, Banjir Terjang Kampung Mereka

# Baca Juga :FAKTA Banjir di Palembang, Korban Banjir Berjatuhan dari Pengmudi Ojol hingga Dosen UIN Tewas Tersengat Listrik

# Baca Juga :Warga Khawatir Datang Banjir Bandang Akibat Tanah Longsor Tutupi Sungai di Pantai Mangkiling Kalsel

# Baca Juga :Banjir Bandang Terjang Sejumlah Negara Bagian di Malaysia, Renggut 27 Nyawa

Pantauan di lapangan, ada sebagaian lapak-lapak kecil dari para pedagang tampak roboh, dan sebagiannya yang terbuat dari bangunan permanen pada setiap blok tertutup lumpur.

Selain itu, seluruh barang dagangan yang berada di pasar tersebut, baik itu barang elektronik, hingga pakaian tertimbun lumpur.

Tak hanya itu, sampah pun berserakan dimana-mana.

Satu diantara pedagang elektronik di Pasar Youtefa, Akbar (33) mengaku, dirinya sedih melihat seluruh barangnya rusak direndam air pascabanjir.

“Jujur saya sedih sekali pas datang lihat semua barang-barang saya ini. Semuanya rusak terendam air,” kata pria asal Bugis itu kepada Tribun-Papua.com, di Jayapura, Sabtu (8/01/2022).

Menurutnya, akibat banjir, dirinya mengalami kerugian hingga puluhan juta. Akbar pun pasrah

“Yah saya pasrah saja kepada Allah, mau bagimana lagi, namanya ini juga musibah,” ungkap pria 33 tahun itu.

Menurutnya, banjir yang menimpah Pasar Youtefa dan sebagian wilayah Kota Jayapura merupakan banjir terbesar selama 8 tahun dirinya berdagang di pasar tersebut.

“Ini musibah terbesar sepanjang 8 tahun saya di sini (berdagang),” katanya.