Banjir dan Longsor di Jayapura Papua, 7 Orang Tewas dan Begini Kondisi Pasar Youtefa Memprihatinkan

Wapres Perintahkan Percepatan Penanganan

Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin meminta jajaran terkait segera melakukan percepatan penanganan bencana banjir dan longsor di Kota Jayapura.

Selain itu, Wapres juga memberikan arahan kepada jajarannya untuk menyiapkan upaya penanggulangan jangka pendek serta jangka panjang.

“Pertama tentu penanggulangan bencananya.”

“Yang kita minta dari Kementerian Sosial supaya segera (menangani), kemudian BNPB untuk menanggulangi korban dan juga dibantu oleh TNI/Polri segera ditangani supaya mereka yang terkena bencana itu bisa ditangani dengan baik, pengungsi dan lainnya,” katanya, dikutip Tribunnews.com dari Wapresri.go.id.

Lebih lanjut, Ma’ruf Amin mengungkapkan tentang upaya yang perlu disiapkan untuk meminimalisir dampak bencana banjir.

“Jangka panjangnya, tentu kita harus mengantisipasi sumber-sumber yang menyebabkan terjadinya banjir itu.”

“Bagaimana meminimalisir, kemudian bagaimana masyarakat lebih siap kalau terjadi banjir,” ucap Wapres.

“Jadi banjirnya diminimalisir, kemudian kesiapan masyarakat dalam menghadapi setiap terjadinya banjir bahkan bencana. Jadi kita itu siap selalu menghadapi bencana,” lanjutnya.

Tujuh Orang Tewas

Banjir dan longsor di Jayapura menyebabkan tujuh orang tewas.

Wakapolresta Jayapura Kota AKBP Supraptono menyatakan seluruh korban tewas karena terjadinya longsor di sejumlah titik.

“Lokasi longsor pertama terjadi Dok V Atas kelurahan Trikora ada tiga korban jiwa yang tertimbun yakni, John Itlay (23), Gidion Itlay (18) dan Theo Itlay (18),” katanya melalui keterangan tertulis, Jumat (7/1/2022), dikutip dari TribunPapua.

“Kemudian TKP kedua yaitu di kompleks Bhayangkara yang memakan korban jiwa sebanyak dua orang yakni Junaedi (68) dan Sudarti (67), sedangkan korban luka-luka ada dua orang yang merupakan anggota Polri yakni Ainul (22) dan Jordan (22),” sambungnya.

Titik longsor ketiga berada di APO Kali terdapat satu korban jiwa yaitu Antonieta (39) dan kritis satu orang yakni Martina (15).