Kumandangkan Adzan Seorang Pria Selamat dari Sambaran Petir, Sementara Istri dan Anaknya Tewas

MUNA, KALIMANTANLIVE.COM – Muslim, seorang kepala rumah tangga selamat setelah mengumandangkan adzan saat hujan badai yang terjadi, Kamis (6/1/2022) sekira pukul 00.30 Wita.

Sementara istri dan seorang anaknya tewas tersambar petir ketika sedang berada di dalam rumah.

Hujan badai yang melanda Desa Labokolo, Kecamatan Tiworo Tengah, Kabupaten Muna Barat, Provinsi Sulawesi Tenggara, Kamis (6/1/2022) dini hari, akhirnya membawa duka mendalam bagi Muslim.

Diketahui, Umi Barira (30) dan Tamlikul Fatha Imama (12) meninggal dunia tersambar petir ketika sedang berada di dalam rumah.

Sementara sang bayi berusia 2 tahun dalam gendongan sang ibu dan ayahnya, Muslim yang sedang azan berhasil selamat dalam peristiwa tersebut.

# Baca Juga :Tersambar Petir, Bocah di Kabupaten Tanahbumbu Tewas, akibat Malam-malam Berada di Depan Warung

# Baca Juga :VIRAL Video Satpam di Cilincing Disambar Petir yang Manimbulkan Percikan Api Cukup Besar, Benarkan Ponsel Penyebabnya?

# Baca Juga :Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 24 Desember 2021, BMKG: 29 Wilayah Waspada Angin Kencang, Hujan dan Petir

# Baca Juga :Peringatan Dini Selasa 21 Desember 2021, BMKG: 29 Provinsi Dilanda Hujan, Petir & Angin Kencang, Waspada!

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasatreskrim) Polres Muna, AKP Hamka Mapaitta mengungkap kronologi kejadian tersebut.

Peristiwa bermula saat kedua korban berada di dalam rumah panggung di tengah kebun ketika badai melanda wilayah tersebut.

“Ketika hujan deras dan angin kencang serta guntur, ibu dan anak-anaknya turun ke bawah kolong rumah panggung untuk berlindung,” katanya saat dihubungi melalui WhatsApp Messenger, Kamis sore.

Sang suami korban bernama Muslim mengumandangkan adzan untuk menenangkan diri dan keluarganya.

Tiba-tiba terdengar bunyi petir yang sangat keras dan rumah panggung bergetar.

Muslim tetap melanjutkan adzan sampai selesai.

“Setelah adzan, Muslim melihat istrinya yang sedang menggendong anaknya dan sang anak sudah terbaring di tanah,” ujarnya.

Begitu pula dengan anaknya yang masih remaja ikut tersambar petir, sang ayah lalu membaringkan keduanya yang sudah dalam kondisi meninggal dunia di atas tumpukan kayu.

Sang ibu dan putrinya meninggal dunia dengan luka bakar di dada dan di beberapa bagian tubuh lainnya.

“Bayi usia 2 tahun berhasil selamat, tak ada luka, hanya kaget saja,” ujarnya.