Polda Kalsel akan Bertemu PT TCT dan PT AGM, Sikapi Surat Kementerian ESDM Soal Jalan Hauling Km 101

Bahkan karena tak ada solusi, para pekerja mengancam bakal nekat untuk beraktivitas. Mereka ngotot, lantaran itu sudah menyangkut piring nasi ribuan pekerja.

“Karena ini menyangkut kehidupan kami, maka dalam minggu ini disetujui atau tidak, kami akan melakukan aktivitas sebagaimana lazimnya,” tegas perwakilan pekerja dan Asosiasi Pengusaha Tongkang, Muhammad Safi’i.

BACA JUGA:
Gawat, Penutupan Jalan Hauling Km 101 Tapin Ganggu Operasional Kelistrikan Nasional, Stok Batu Bara PLTU Kritis

BACA JUGA :
Demo Penutupan Jalan Hauling Km 101 Tapin, DPRD Kalsel akan Panggil PT TCT dan PT AGM Senin Depan

Dalam surat Nomor T-53/MB.05/DJB.B/2022 tertanggal 5 Januari 2021, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara memerintah Direktur PT TCT agar segera membuka portal ruas jalan angkut batubara dekat underpass Km 101 Jl A Yani untuk kelancaran angkutan batubara PT AGM dalam rangka dalam rangka memenuhi pasokan ke PLN.

Rapat PT TCT dan PT AGM Buntu, asosiasi ngotot lewati jalan hauling Km 101 Tapin Pekan depan. Ketua Asosiasi Pengusaha Tongkang dan Angkutan Batubara Syafii usai RDP di DPRD Kalsel. (4/1/2021)(Kalimantanlive.comEep)

Surat yang ditandatangani Direktur Jenderal Minerba dan Batubara Ridwan Djamaluddin, minta portal jalan angkut batubara dekat underpass Km 101 Jl A Yani segera dibuka sampai adanya penyelesaian masalah status tanah di ruas jalan angkut batubara dekat underpass km 101 Jl A Yani PT AGM dan PT TCT.

Surat Dirjen Minerba tersebut juga ditembuskan kepada Menteri ESDM, Kapolri, Sekjen Kementerian ESDM, Irjen Kementerian ESDM, Polda Kalsel, Direktur Pengamanan Objek Vital, Badan Pemeliharaan Keamanan Polri dan Direktur Utama PT Antang Gunung Meratus.