GEGARA Sandiwara Gadis 15 Tahun yang Menangis di Kongres, AS Terjun ke Perang Teluk dan Hancurkan Irak

KALIMANTANLIVE.COM – Gara-gara sandiwara sorang gadis 15 tahun yang menangis di kongres Amerika Serika, membuat Presiden AS George HW Bush perintahkan hancurkan Irak.

Seperti diketahui perang Irak-Kuwait atau disebut juga Perang Teluk Persia adalah konflik internasional yang terjadi pada 1990-1991.

Dikutip darti Britannica, perang ini bermula pada 2 Agustus 1990 ketika pemimpin Irak, Saddam Hussein, memerintahkan militer Irak menyerbu Kuwait.

Saddam Hussein memiliki dua tujuan yang ingin dicapai dari serangan tersebut.

# Baca Juga :OTT KPK di Penajam Paser Utara, Selain Bupati Sejumlah Orang Diciduk, Ini Profil Abdul Gafur Mas’ud

# Baca Juga :Mahfud MD Buka-bukaan soal Menteri yang Jatah Rp 40 M hingga Ambisi jadi Cawapres di Pilpres 2024

# Baca Juga :Warga Simpangempat Kabupaten Banjar yang Terdampak Banjir Akhirnya Mengungsi ke Kebun Karet

# Baca Juga :Jalan di Pulau Petak Kapuas Kalteng Rusak Berat, Sejumlah Kendaraan Ambles hingga Macet Total

Pertama, merebut dan menguasai cadangan minyak luar biasa yang dimiliki Kuwait, dan dengan demikian menghapuskan utang yang dimiliki Irak terhadap Kuwait.

Untuk diketahui, pada saat itu Irak berutang kepada Kuwait untuk mendanai perang melawan Iran yang berlangsung dari tahun 1980 hingga 1988.

Dalam perang Irak-Iran, Saddam Hussein dibiayai oleh Arab Saudi, Kuwait, dan negara-negara Arab lainnya, serta diam-diam didukung oleh Amerika Serikat dan Uni Soviet.

Namun, dukungan itu berbalik ketika Irak menginvasi Kuwait.

Perang Teluk Persia berakhir setelah pasukan gabungan yang terdiri dari Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Mesir dan sejumlah negara memukul mundur Irak dari wilayah Kuwait.

Pemicu keterlibatan Amerika Serikat

Irak memiliki kekuatan tempur jauh di atas Kuwait. Pasukan Saddam Hussein adalah kekuatan tempur terbesar kelima di dunia pada masa itu.

Irak memiliki 950.000 tentara, 5.500 tank, 10.000 kendaraan lapis baja, dan hampir 4.000 artileri. Di udara, Irak juga didukung oleh 689 pesawat tempur dan 40.000 personil.