BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Sekda Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar mengaku belum menerima laporan banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kalsel termasuk di Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar hari ini Rabu (12/1/2022).
“Belum ada menerima laporan, kita akan croscek dengan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel,” katanya kepada wartawan usai mengikuti Rapat Paripurna di DPRD Kalsel, Rabu (12/1/2021).
Roy mengatakan terkait penanganan banjir ini, Pemprov Kalsel sudah melakukan mitigasi bencana dan memetakan daerah mana saja yang rawan terjadi musibah banjir.
“Kita juga sudah ingatkan kabupaten kota hingga level desa untuk mengantisipasi kondisi cuaca ekstreme,” terangnya.
BACA JUGA:
Sekda Kalsel Roy Rizali Anwar Akan Turunkan Tim Cek Dampak Banjir di HST, Minta Masyarakat Waspada
BACA JUGA:
Ketua DPRD Kalsel Supian HK : Semoga 2022 Covid-19 Melandai dan Musibah Banjir Tidak Terulang
Menurut dia, hal ini tidak hanya berlaku di pemerintah provinsi dan kab/kota namun juga pada daerah di tingkat desa yang rawan banjir, dengan tujuan agar bisa mitigasi bencana sendiri apa saja yang perlu dipersiapkan dan dilakukan.
“Seperti bagaimana evakuasi warganya serta kesiapan logistiknya,” ucapnya.

Seperti diketahui, sejumlah daerah di Kalsel seperti di Kabupaten HST dan Kabupaten kembali dilanda banjir dalam beberapa hari terakhir.
Banjir merendam sejumlah desa di Kecamatan Sei Pinang, Kabupaten Banjar, akibat meluapnya Sungai Riam Kiwa, sehingga desa yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) menjadi terdampak.
“Berdasarkan laporan dari kawan-kawan Tagana di lapangan, curah hujan sangat tinggi sejak malam hari dan sampai sekarang pun masih hujan,” kata Analis Kebijakan Bencana Dinas Sosial Prov Kalsel, Achmadi, sebagaimana dilansir RRI.co.id.







