Bertemu Komisi IV DPRD, Ketua Dewan Pendidikan Kalsel Hadin Muhjad Ungkap Masalah Pendidikan di Banua

BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Dewan Pendidikan Kalimantan Selatan mengungkapkan berbagai masalah pendidikan di Kalsel, mulai belum meratanya kualitas antara ibu kota dan kabupaten/kota, hingga kendala penyandang disabilitas.

Berbagai permasalahan dunia pendidikan di Banua tersebut disampaikan Dewan Pendidikan Kalimantan Selatan saat bertemu ke DPRD Provinsi, Kamis (13/01/201) pagi.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua Dewan Pendidikan Kalimantan Selatan, Prof. DR. Hadin Muhjad yang juga Guru Besar Universitas Lambung Mangkurat, mengungkapkan adanya kesenjangan antara kualitas pendidikan di ibukota provinsi dengan yang ada di kabupaten/kota maupun kecamatan.

BACA JUGA:
Diwarnai Interupsi Anggota, DPRD Kalsel Setujui Raperda SPBE Menjadi Perda Kalimantan Selatan

BACA JUGA:
Anggota DPRD Kalsel Yani Helmi Ingatkan Warga Tanah Bumbu Agar Tak Terpengaruh Radikalisme

BACA JUGA:
Berbatasan dengan Kalteng, Komisi II DPRD Kalsel Wacanakan Kerjasama Pengawasan Keamanan dan Mutu Pangan

Ia mengakui, secara kondisional, pendidikan di Kalimantan Selatan ini memang banyak masalah.

“90 persen sekolah-sekolah menengah berada di pinggiran yang berdampak juga pada mutu pendidikannya,” ungkapnya.

Berdasarkan pengalamannya ketika memantau lulusan-lulusan SMA dan SMK yang masuk perguruan tinggi, rata-rata terkonsentrasi dari sekolah tertentu.

Hal ini diakuinya akan sangat memengaruhi mutu pendidikan di Kalimantan Selatan yang kondisinya masih rendah karena lulusan sekolah menengah di pinggiran yang jumlahnya banyak, justru tidak dapat bersaing dengan lulusan sekolah di ibukota provinsi atau kabupaten/kota untuk pendidikan yang lebih tinggi.

Selain itu, masalah anggaran pendidikan yang juga masih rendah, diakui Hadin sangat berkorelasi dengan upaya peningkatan kualitas pendidikan. Baik dari sisi infrastruktur maupun SDM yang dihasilkan.