Sesuai arahan pimpinan, Achmadi menyebutkan tenda dapur umum akan didirikan sampai kondisi kembali normal.
Saat air mulai turun, pihaknya akan turun menyisir lokasi bawah seperti Matraman, Astambul, Martapura dan Sungai Tabuk.
“Semoga tidak semakin parah, dimana saat ini kondisi cuaca hujan deras dari pagi sehingga tidak menambah debit air. Untuk debit air, di wilayah Pengaron turun setengah meter sehingga sebagian masyarakat memilih bertahan di rumah masing-masing,” kata Achmadi.
BACA JUGA :
Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor Lantik Fachrudin sebagai Direktur Bisnis Bank Kalsel
Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Sosial Kalsel tanggal 13 Januari 2022, 8 kecamatan, 28 desa, 3.827 rumah, 4.455 KK, 13.900 jiwa, dan 46 fasilitas umum terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Banjar, dengan total 575 pengungsi.
“Untuk status tanggap darurat sendiri masih belum dikeluarkan, akan tetapi melihat perkembangan, saat ini kemungkinan status akan segera dikeluarkan oleh Pemkab Banjar,” ucap Achmadi. MC Kalsel/Rns
Kalimantanlive.com
Editor : Elpian







