KALIMANTANLIVE.COM – Fenomena Apoge pada bulan ini akan terjadi pada Jumat 14 Januari 2022, tepatnya pada pukul 16.17.06 WIB.
Fenomena Bulan Apogee atau yang disebut juga posisi bulan berada paling jauh dari Bumi.
Apoge Bulan merupakan fenomena astronomi ketika Bulan berada pada titik terjauhnya dengan Bumi.
Hal ini disebabkan oleh orbit Bulan yang tidak sepenuhnya bulat, melainkan berbentuk elips.
Bentuk orbit tersebut membuat Bulan memiliki titik terdekat dan titik terjauh. Titik terdekat disebut Perige, sedangkan titik terjauh disebut Apoge.
# Baca Juga :DETIK-Detik JELANG Gerhana Matahari 4 Desember 2021 Tinggal Beberapa Jam Lagi, LIVE Streaming di Link YuoTube NASA
# Baca Juga :CARA Menonton Siaran Langsung Gerhana Matahari Besok 4 Desember 2021 di Antarktika, Klik Link YouTube Ini
# Baca Juga :GERHANA MATAHARI Total 3 Hari Lagi, Daftar Negara yang Bisa Melihat Gerhana Keempat di 2021, Indonesia?
# Baca Juga :Gerhana Bulan Sebagian Terlama Abad Ini 19 November, Klik Link Live Streaming untuk Menonton
Fenomena Perige terjadi setiap rata-rata 27,32 hari, sedangkan fenomena Apoge Bulan terjadi dalam rentang waktu bervariasi antara 26,98-27,90 hari. Dengan kata lain, kedua fenomena ini terjadi setiap bulan.
Dilansir dari laman edukasi Lembaga Penerbangan dan Antariksa (LAPAN) BRIN, rentang interval antar fenomena yang lebih sempit pada Apoge disebabkan karena Bulan bersama-sama dengan Bumi mengelilingi Matahari, sehingga Bulan akan mengalami perturbasi, atau penyimpangan posisi lebih besar ketika Perige dibandingkan dengan saat berada di Apoge.
Apoge pada bulan ini akan terjadi pada Jumat 14 Januari 2022, tepatnya pada pukul 16.17.06 WIB.
Fenomena ini sudah dapat disaksikan sejak pukul 15.30 waktu setempat dari arah timur laut.
Pada malam hari, tepatnya pukul 21.30, Bulan akan berkulminasi, atau mencapai titik tertingginya di arah utara dan menjelang fajar, tepatnya pada pukul 03.30 keesokan harinya, Bulan akan terbenam di arah barat.
Pada fenomena apoge Bulan kali ini Bulan akan berjarak 405.831 kilometer dari Bumi dengan tingkat kecerahan 88,7 persen saat puncak apoge, dan berada di konstelasi Taurus.
Fenomena apoge dan perige dapat berpengaruh pada pasang surut air laut.
Dilansir dari Time and Date, pasang surut perigean memiliki variasi sekitar 5 centimeter lebih besar daripada pasang surut biasa, sedangkan pasang surut apogean memiliki variasi sekitar 5 centimeter lebih kecil daripada pasang surut normal.
editor : NMD
sumber : CNN Indonesia







