TERJADI Lagi, Polisi Kulit Putih Tembak Mati Pria Kulit Hitam, AS Kembali Begejolak karena Dilanda Demo

FAYETTEVILLE, KALIMANTANLIVE.COM – Polisi kulit putih yang sedang tidak bertugas menembak seorang pria Afrika-Amerika yang tidak bersenjata di negara bagian Amerika Serikat.

Akibat peristiwa berdarah itu, demonstrasi kembali pecah di Amerika Serikat (AS) karena penembakan polisi kulit putih terhadap pria kulit hitam telah menyakiti warga kulit hitam di sana.

Bahkan, kerabat korban serta warga yang marah kemudian melakukan aksi unjuk rasa pada Kamis (13/1/2022) malam waktu setempat di Fayetteville, negara bagian North Carolina.

# Baca Juga :DICOPOT! Oknum Polisi di Jaktim yang Tolak Laporan Korban Perampokan, Polda Metro Jaya: Diproses Propam

# Baca Juga :Tahanan Polsek Meninggal Dunia, 10 Oknum Polisi di NTT Diperiksa dan Sebagian Dicopot dari Jabatannya

# Baca Juga :BREAKING NEWS Aktor, Penyanyi dan Penulis Lagu Inisial AP Ditangkap Polisi Terkait Narkoba

# Baca Juga :Gerayangi dan Cium Leher Murid Hingga Ada Bekas Merah, Guru Silat di Bangka Belitung Ditangkap Polisi

Kematian korban bernama Jason Walker mengulang memori ketika orang kulit hitam Amerika menuntut keadilan atas beberapa pembunuhan yang menyoroti masalah AS dengan undang-undang senjata, impunitas polisi, dan ketidaksetaraan rasial.

Dengan mengepalkan tangan, pengacara hak-hak sipil terkemuka Benjamin Crump memimpin “demonstrasi untuk keadilan” di mana orang banyak meneriakkan “tentang Jason Walker”, lapor siaran langsung TV WRAL dari Fayetteville.

“Sama seperti kebenaran yang terungkap” untuk George Floyd, Ahmaud Arbery, dan Breonna Taylor, “kebenaran akan terungkap untuk Jason Walker,” kata Crump, merujuk pada tiga pembunuhan orang kulit hitam Amerika oleh petugas aktif atau mantan polisi dalam dua tahun terakhir.

Crump mewakili keluarga-keluarga tersebut dalam ketiga kasus, yang memicu protes nasional atas kekerasan polisi terhadap minoritas.

“Doa saya adalah akan ada perdamaian,” kata ibu Walker di demonstrasi, dikutip dari AFP.

Awal pekan ini, sekelompok kecil penduduk berjalan melalui kota, menuntut penangkapan Jeffrey Hash polisi tidak bertugas yang menembak Walker pada Sabtu (8/1/2022).