“Dalam tahap ini, untungnya, kami tidak mendapatkan laporan terkait banyak korban jiwa yang tentunya ini berita bagus. Meski begitu informasi dari kepulauan tersebut masih sangat terbatas,” ucap Menteri Australia untuk Kawasan Pasifik, Zed Seselja, seperti dikutip Reuters.
Sementara itu, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Wellington, Selandia Baru memastikan tak ada Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban akibat letusan gunung berapi bawah laut dan tsunami di Tonga.
“Hingga berita ini diturunkan, KBRI Wellington tidak memperoleh laporan adanya Warga Negara Indonesia yang menjadi korban,” tulis keterangan KBRI Wellington sebagaimana dipublikasikan situs resmi Kementerian Luar Negeri, Minggu (16/1).
Meski begitu, Kemlu RI masih belum dapat berkomunikasi dengan empat WNI yang ada di Tonga.
“KBRI Wellington melalui Fungsi Protokol dan Konsuler terus memantau kondisi empat WNI yang berada di Tonga yang tidak dapat dihubungi karena putusnya kabel komunikasi bawah laut,” jelasnya.
Dampak Tsunami dan Erupsi di Tonga
Sejumlah negara juga mengeluarkan peringatan tsunami akibat letusan gunung api bawah laut di Tonga.
Ratusan ribu warga Jepang diimbau mengungsi menyusul risiko tsunami akibat gelombang setinggi satu meter menghantam daerah pesisir akibat letusan gunung berapi Tonga.
sebanyak 230 ribu warga di 8 prefektur disarankan mengungsi. Warga yang diminta mengungsi mencakup mereka yang tinggal di daerah terdampak tsunami pada 2011 silam.
Kantor berita NHK melaporkan gelombang tinggi mampu membuat lebih dari 10 kapal terbalik di prefektur Kochi, Pulau Shikoku, Jepang selatan. Kemudian Japan Airlines membatalkan 27 penerbangan di bandara di seluruh negeri.
Selain Jepang, dua penduduk di pesisir pantai utara Peru dilaporkan tenggelam akibat gelombang tinggi yang tidak biasa tak lama setelah gunung api di Tonga meletus. Sejumlah rumah dan pertokoan juga terendam banjir setelah air laut setinggi mata kaki hingga lutut orang dewasa menyapu pesisir pantai utara Peru.
Lebih dari 20 pelabuhan Peru juga ditutup menyusul peringatan tsunami dan evakuasi bagi warga di pesisir pantai.
Letusan gunung berapi di Tonga mengirim gelombang tinggi ke wilayah pesisir barat AS, dengan ketinggian mulai dari 0,9 hingga 1,2 meter, menurut kantor Layanan Cuaca Nasional di San Diego.
Gelombang tertinggi yang tercatat berada di Port San Luis, California (1,3 meter); King Cove, Alaska (1 meter); Area Cove, California (1 meter); Crescent City, California (1,1 meter); dan Port Reyes, California (0,9 meter).







