Kepala Dinas Kesehatan Yasna Khairina : Kabupaten Banjar Kekurangan Stok Vaksin Sebanyak 18.000 Dosis

MARTAPURA, Kalimantanlive.com – Kepala Dinas Kesehatan Yasna Khairina mengatakan saat ini Kabupaten Banjar terjadi kekurangan stok vaksin sebanyak 18 ribu dosis.

“Kita sedang menunggu kiriman bantuan dari Kementerian Kesehatan vaksin Sinovac sebesar 41.880 dosis. Semoga dalam waktu dekat ini datang,” katanya, pada Rapat Koordinasi Mingguan di Aula Barakat Martapura, Senin (17/01/2021) pagi.

Yasna melaporkan jumlah anak usia 6-11 tahun yang telah divaksin berjumlah 4.542 orang, dengan persentase sebesar 7,59 persen.

“Sedangkan vaksinasi lansia sebanyak 21.400 dengan persentase sebesar 62,13 persen,” jelasnya.

BACA JUGA:
Kejar Target Vaksinasi Awal 2022, Bupati Banjar Minta Semua Pihak Sosialisasikan Keamanan Suntik Vaksin

BACA JUGA:
Kejar Target Vaksinasi Awal 2022, Bupati Banjar Minta Semua Pihak Sosialisasikan Keamanan Suntik Vaksin

BACA JUGA:
Polres Banjar Gelar Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun di Martapura, Peserta Dihibur Cosplay Superhero

BACA JUGA:
Kabupaten Banjar Gelar Vaksinasi Siang Malam, Bupati Saidi Mansyur Ikut Tim Gugus Tugas Sambangi Kafe

Menurut Yasna, jika Kabupaten Banjar hendak mencapai target vaksin yang ditetapkan, maka setiap hari harus dilakukan suntik vaksin sebesar 1.200 dosis.

Pada Rakor Mingguan itu, Bupati Banjar Saidi Mansyur mengharapkan kerjasama semua pihak untuk menyosialisasikan dan menginformasikan terkait keamanan suntik vaksin kepada masyarakat, agar target sasaran vaksinasi awal Tahun 2022 tercapai

“Agar tak terjadi gejolak di masyarakat diharapkan kerjasama seluruh pihak untuk mensosialisasikan dan menginformasikan terkait keamanan dari suntik vaksin,” kata Saidi Mansyur.

Cosplay Superhero menghibur anak peserta vaksinasi Covid-29 di Martapura Kabupaten Banjar, Jumat (7 /1/2021). (MC Kominfo Banjar)

Saidi Mansyur mengatakan, Kabupaten Banjar telah berhasil melakukan percepatan vaksinasi, hal ini tidak lepas dari kerjasama semua pihak.

“Tetapi penanganan Covid-19 harus tetap diperhatikan, terutama bagaimana mengubah mindset masyarakat tentang pentingnya melakukan suntik vaksin,” katanya.