Selain menyajikan data untuk proyek PL, website sirup tersebut juga menyajikan data untuk proyek tender, yakni Belanja Pakaian Dinas dan Atribut Pimpinan dan Anggota DPRD dengan pagu anggaran sebesar Rp1.063.250.000.
Apabila ditotal anggaran proyek belanja Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan untuk bulan Januari 2022 mencapai Rp 3.695.522.200.
Sekretaris DPRD Provinsi Kalsel AM Rozaniansyah membenarkan pengadaaan proyek di Lingkungan Setwan yang bersumber dari Anggaran Pembangunan dan Belanja Daerah (APBD) memang diumumkan secara terbuka terus menerus di Website Sirup LKPP.
BACA JUGA :
Anggota DPRD Kalsel Iqbal Yudiannor Ingatkan Gubernur Buat Pergub untuk Perda yang Telah Ditetapkan
BACA JUGA:
Ketua DPRD Supian HK Surati BBPJN XI, Perjuangkan Aspirasi Agar Jembatan Alalak 1 Banjarmasin Dibuka
“Memang proyek-proyek diumumkan dulu secara terbuka lewat aplikasi Sirup. Tapi belum ada kegiatan. Nanti berdasarkan pengumuman LPSE itu akan kita buat surat pengantar, istilahnya untuk mengawali pelaksanaan kegiatan. Sedangkan kalau proyek lelang atau tender bukan kami yang menentukan,” katanya.
Mengenai nilai setiap anggaran proyek PL di lingkungan Setwan Kalsel, ditentukan berdasarkan hasil masukkan dengan LPSE dan internal Setwan.
“Besarnya nilai proyek ditentukan berdasarkan koordinasi dan masukkan dari LPSE serta perhitungan tim internal Setwan serta membandingkan proyek tahun sebelumnya,” kata Nunung, demikian panggilan akrab Setwan Kalsel AM Rozaniansyah.
Untuk besarnya nilai proyek, kata Nunung, nantinya ditentukan oleh pihak yang mengerjakan atau pihak yang ditunjuk. “Bila yang mengerjakan tidak bersedia, berarti menganggap nilainya kurang. Anggarannya tiap proyek ditentukan berdasarkan koordinasi LPSE dan perhitungan tim internal,” katanya.
Dia menambahkan anggaran proyek-proyek pengadaan yang bersumber dari APBD di Setwan dan SKPD banyak pengurangan karena untuk penanggulangan Covid-19 dan bencana alam.
“Pelaksanaan proyek tergantung anggaran dari pusat. Saat ini memang banyak pengurangan anggaran karena Covid-9 dan bencana alam,” katanya.







