Wakil Ketua Fraksi dari Partai Golkar di DPRD Kalsel itu juga menyoroti perkembangan media sosial di zaman ini yang diakui sangat mudah menyebarluaskan informasi hoax.
“Sekarang sudah banyak informasi media sosial dan itu kita dituntut harus bijak dalam penggunaanya bahkan harus dipilah dulu tidak semuanya benar perlu ditelaah. Akan tetapi, bagaimana cara memfilternya dengan baik dan cerdas agar tidak terpengaruh,” tegasnya.
Sementara itu, Plt Kabid Politik Bakesbangpol Kalsel, Indra Nurul Huda, mengakui, bahwa materi tentang pemahaman ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan sangat penting disosialiasikan.
Terlebih generasi muda diharapkan mampu menelaah secara lebih mensalam agar tidak mudah terprovokasi terhadap radikalisme saat ini.
BACA JUGA:
DPRD Sumut dan HST Konsultasikan Penyusunan Produk Hukum ke Dewan Kalsel, Ini Harapan Bang Dhin
“Penting sekali adanya wawasan kebangsaan ini untuk membuka pemikiran apalagi khususnya bagi generasi muda yang ikut kegiatan tadi, kita akui penting sekali karena ini merupakan pendidikan yang sebelumnya ada di satuan pendidikan (sekolah) dengan tujuan selain memperkaya ilmu pengetahuan kewarganegaraan juga mampu memperkuat ideologi serta memperkokoh satu kesatuan berbangsa dan bernegara,” katanya.

Di tempat yang sama, Kapolsek Pulau Laut Utara, Iptu Danu Pratikno, menyampaikan, indikasi terhadap paham radikaliame sudah mulai masuk di Kotabaru.
Untuk mengantisipasinya, disarankan generasi muda dapat lebih cerdas dalam memilah informasi supaya tidak terjerumus hal negatif yang tentu dapat menyebabkan perpecahan.
“Dengan adanya Sosialisasi ini kami pun mengharapkan radikalisme mampu ditekan dan diantisipasi sehingga membuat kita lebih waspada. Selain itu, informasi apapun yang memicu pergerakan yang bersifat radikal dan mencurigakan bisa difilter atau disaring terlebih dahulu,” harapnya.
Untuk diketakui, kegiatan ini selain dihadiri masyarakat umum juga diikuti sejumlah siswa/siswi ditingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) yang tak jauh dari kegiatan penyelenggaraan Sosialisasi Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan itu. (*)
Editor : Elpian







