MENGENAL Tawon Vespa yang Membunuh Sopir Taksi di Kapuas, Sangat Mematikan Kalau Berkelompok

Pernah Hebohkan Jateng

Warga di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, tewas karena disengat tawon. Bukan tawon madu (Apis andreniformis, Apis florea, dan sebangsanya) melainkan tawon endas atau tawon vespa (Vespa affinis) seperti sebutan orang Jawa untuk binatang mematikan ini.

Disebut tawon endas (endhas, kepala; bahasa Jawa) karena dianggap sering menyerang kepala manusia.

Vespa dalam bahasa Italia berarti tawon, sehingga Piaggio & C.S.p.a. mencomotnya untuk menamai skuter yang kemudian legendaris.

Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Klaten tahun 2019 saja sudah menangani 15 laporan sarang tawon endas, tapi masih ada 30 laporan yang belum ditindaklanjuti.

Tawon endas tak menghasilkan madu. Sebagai predator, tawon endas memakan serangga selain daun. Adapun tawon madu memakan nektar dan serbuk sari tetumbuhan. Sengatan tawon madu – atau lebah madu – membuat bengkak namun tak sampai membunuh.

Sengatan racun tawon endas semakin berbahaya jika datang dari serangan berkelompok.

Jika seekor tawon endas beraksi, terbitlah zat memikat yang akan memancing rombongan untuk mengeroyok korban. Maka jumlah racun yang merasuki tubuh korabn pun berlipat.

Salah seorang dari tujuh korban tawon endas di Klaten adalah seorang kakek, Bardiman (67). Warga Dusun Jogodayah, Desa Kalikotes, Kecamatan Kalikotes, Klaten, itu diserbu tawon pada suatu sore, November 2018. Ia meninggal setelah tiga jam ditangani tim medis.

Di Klaten, menurut Kompas.com, sebaran sarang tawon endas ada di 24 kecamatan. Jika korban sengatan tak tertangani dalam 24 jam ia bisa meninggal.

Sebetulnya tawon endas itu pemakan hama. Maka menurut BBC Indonesia, tim peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sedang mengkaji faktor pertambahan makanan bagi tawon endas sehingga populasi kaum penyengat itu bertumbuh pesat.

editor : NMD
sumber : kalteng.tribunnews.com/lokadata.id