KALIMANTANLIVE.COM – Tanpa membutuhkan banyak peralatan, kita dapat membakar kalori sehingga berat badan terjaga yaitu dengan berlari.
Berlari merupakan salah satu aktivitas olahraga yang tergolong murah dan mudah untuk dilakukan.
Selain itu, berlari rupanya juga bermanfaat bagi kesehatan mental kita lho.
Olahraga ini cocok bagi mereka yang memiliki gangguan stres, kecemasan, atau depresi.
# Baca Juga :Profesor di Jepang Kembangkan Layar TV yang Bisa Meniru Rasa Makanan dan Bisa Dijilat
# Baca Juga :Makanan Sehat Diprediksi Bakal Digandrungi di 2022
# Baca Juga :Mengontrol Gula Darah hingga Meningkatkan Energi, ini Beberapa Manfaat Olahraga Pagi yang Wajib Diketahui
# Baca Juga :INGAT! 7 Olahraga Ini Bisa Membakar Banyak Kalori Lho, dari Senam hingga Lari
Peneliti psikologi, dosen, serta pendiri HatiPlong, Farah Djalal menjelaskan bagaimana berlari bisa memberikan manfaat untuk kesehatan mental.
“Sebenarnya, kesehatan fisik dan kesehatan mental itu saling berhubungan,” jelas Farah dalam konferensi pers acara “Pelarian Peduli Isu Kesehatan Mental Kaum Muda” yang diadakan Rabu (19/1/2022) siang.
“Terkadang jika kita merasa sakit fisik, itu berpengaruh terhadap kesehatan mental. Mental kita juga lagi enggak bener, itu berpengaruh terhadap kesehatan fisik.”
Lebih lanjut dikatakan Farah, berdasarkan penelitian ditemukan bahwa salah satu cara untuk mengatasi stres, kecemasan, dan depresi adalah dengan berolahraga.
“Misalnya, orang yang depresi itu biasanya tidak mau bergerak. Nah, seorang psikolog selain memberikan konseling juga menganjurkan terapi berolahraga, baik itu berjalan ataupun berlari.”
“Berlari itu bukan hanya bagus untuk kesehatan fisik, tetapi juga merupakan terapi, tidak harus untuk orang yang punya kelainan, tapi bisa dilakukan siapa saja karena meningkatkan kesehatan mental,” tutur wanita itu.
Dengan berlari, lanjut Farah, seseorang dapat memicu produksi hormon endorfin yang meningkatkan emosi positif.
“Terus ada juga hormon leptin yang mengatur pola makan dan energi tubuh, serta menimbulkan motivasi untuk berlari lebih banyak. Efek hormon ini juga ada efek psikologis,” cetusnya.
editor : NMD
sumber : kompas.com










