“Mereka menyambut saya dengan hangat. Jika saya butuh bantuan, mereka banyak membantu saya. Saya senang karena itu,” tandasnya.
Di sisi lain, Egy terkejut dengan kondisi cuaca dingin di Slovakia yang ekstrem.
Untung saja, pemain berusia 21 tahun itu bisa beradaptasi dengan cepat karena sebelumnya berkarier di Polandia (Lechia Gdansk).
“Bagi saya cuaca di sini gila karena di Indonesia suhunya sekitar 30 derajat Celsius, 27, 28,” tandas Egy.
“Tapi, ketika saya datang ke sini, suhunya sampai minus tiga derajat. Sulit dipercaya, tapi saya pernah alami ini sebelumnya,” ucapnya.
“Jadi, saya hanya perlu beberapa pekan untuk beradaptasi. Meski demikian, semuanya baik-baik saja,” tuturnya mengungkapkan.
Terkait kariernya di FK Senica, Egy Maulana Virki memiliki ambisi untuk membawa klub finis di lima atau tiga besar.
Lebih jauh lagi, pemain kelahiran Medan tersebut mengutarakan mimpinya untuk berkarier di Liga Spanyol suatu hari nanti.
“Saya ingin bermain di Liga Spanyol meski saya tahu itu tidak mudah,” kata Egy.
“Mimpi saya masih jauh untuk digapai. Sekarang, saya hanya perlu fokus untuk memberikan permainan terbaik saya untuk tim,” ucapnya.
“Kami akan bertarung di enam besar ini (FK Senica kini posisi keenam). Saya harap tim ini bisa finis di papan atas klasemen,” tegasnya.
Sebelumnya, Egy memang telah membicarakan mimpinya untuk bermain di Spanyol melalui kanal YouTube PSSI pada Desember 2021.
Secara khusus, Egy memiliki impian untuk barkarier bersama raksasa Catalan, Barcelona.
Selain itu, pemain berkaki kidal tersebut juga bertekad tampil di Liga Champions.
editor : NMD
sumber : kompas.com







