JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Sejumlah tenaga honorer mengaku cemas bakal menjadi pengangguran setelah tahun 2023.
Kecemasan itu beralasan setelah Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo mengatakan pemerintah bakal menghapus tenaga honorer di instansi pemerintah usai 2023.
Menurut Thahjo Kumolo, pegawai di instansi pemerintahan nanti hanya berstatus dua jenis yakni PNS dan PPPK.
Parahnya lagi, pekerjaan dasar seperti cleaning service, security, dipenuhi melalui tenaga alih daya atau outsourcing dengan beban biaya umum bukan biaya gaji (payroll).
# Baca Juga :Cabuli 5 Anak Lelaki di Bawah Umur, Modus Guru Honorer di Tarakan Ini Ajak Korbannya ke Toilet
# Baca Juga :GAWAT! Ternyata Revisi UU ASN Tak Membahas Pengangkatan Honorer Jadi PNS/PPPK
# Baca Juga :WASPADA! Beredar Surat Palsu Pengangkatan Tenaga Guru Honorer, Catut Nama Menteri PANRB
# Baca Juga :MIRIS, Ratusan Guru Honorer SMA dan SMK di Maluku Utara Belum Terima Gaji Selama 8 Bulan
Mengetahui kondisi tersebut, Luciana (bukan nama sebenarnya) seorang pegawai berstatus honorer di kantor kementerian di Jakarta Pusat mengaku cemas dengan status pekerjaannya ke depan.
Luciana bekerja sebagai pembantu humas dalam membuat konten di media sosial dan pemberitaan, ia dihonor sebesar Rp5,5 juta setiap bulannya sejak 2020 lalu.
“Kontrak kerja tuh diperbarui setiap tahun, kemungkinan ini tahun terakhir karena 2023 bakal di cut off, memang cemas juga,” kata Luciana kepada CNNIndonesia.com, Kamis (20/1/2022).
Luciana sebelumnya bekerja sebagai wartawan di Jakarta dan sudah berstatus karyawan tetap. Namun dia memilih untuk menjadi honorer di salah satu kementerian karena gaji yang ditawarkan lebih besar meski tak mendapat tunjangan kesehatan.
Ibu satu anak itu mengaku belakangan ini aktif mencari pekerjaan lain sebagai alternatif jika dia diberhentikan sebagai pegawai honorer. Dia juga mengaku sempat mengikuti seleksi CPNS namun tak lolos SKB.
“Kalau dibilang cemas dipecat ya cemas banget. Makanya sekarang sering cari-cari kerjaan, kemarin sempat CPNS tapi enggak lolos SKB, ya sudah sekarang cari-cari lagi sambil nunggu diberhentikan,” kata Luciana.
Takut Jadi Pengangguran
Reno (bukan nama sebenarnya) menjadi tenaga honorer di kantor pemerintahan di Bandung, Jawa Barat. Reno sudah menjadi tenaga honorer sejak lulus kuliah pada 2019 lalu, ia mengelola media sosial salah satu instansi pemerintah di Bandung.
Laki-laki berusia 24 tahun ini mengaku bisa menjadi honorer di kantor pemerintah sebab sebelumnya mengikuti program magang dari kampus. Kontrak honorernya diperbarui setiap tahun, terbaru kontraknya diperbarui hingga akhir 2023.
“Kayaknya itu yang terakhir jadi medsos di sini, setelah itu jadi pengangguran,” kata Reno melalui sambungan telepon, Kamis (20/1).







