Reno mengaku khawatir kehilangan pekerjaannya saat ini. Dia bercerita, sejak kabar honorer akan dihapus pada 2023, rekan sekantornya yang sudah berstatus PNS selalu menyemangati agar mencoba seleksi CPNS atau PPPK.
Dia juga sudah mencoba seleksi CPNS pada Desember lalu namun tak lolos pada tahap SKB.
“Aku coba CPNS, biar hidup bisa settle, tapi kan gak semudah itu lolosnya, pesaing banyak, belum tentu dibuka juga tahun depan [seleksi CPNS], sebenarnya takut banget pengangguran,” ujarnya.
Honorer lainnya, Ismail (bukan nama sebenarnya) bekerja sebagai tenaga kesehatan di salah satu rumah sakit di Jakarta. Ismail juga ikut dalam seleksi CPNS sebagai tenaga perawat untuk Kementerian Kesehatan namun tak lolos dalam SKD.
Di rumah sakit tempatnya bekerja, Ismail masih berstatus sebagai tenaga honorer sejak 2018. Ismail sempat dijanjikan bakal diangkat sebagai pegawai tetap setelah bekerja 2 tahun namun janji itu belum pernah terpenuhi hingga hari ini.
“Kalau pemerintah menghapus honorer di pemerintahan, semoga di instansi non pemerintah tidak dihapus, karena susah kalau harus jadi ASN. Pesaingnya banyak, kalau lolos belum tentu dapat formasi [PPPK],” ujar Ismail.
editor : NMD
sumber : CNN Indonesia









