Lebih lanjut, Jai mengaku tengah mendampingi korban untuk dimintai keterangan secara mendetail.
“Saya saat ini juga masih di Polres Bogor, saya akan mengawal dan memberikan pendampingan kepada para korban,” tegasnya.
Terkait upaya menghilangkan trauma pada korban, Jai menegaskan bahwa saat ini pihaknya akan terlebih dahulu fokus mengawal kasus tersebut.
“Untuk sementara, karena masih berproses saya melakukan pendampingan aja,” ungkapnya.
Kasus Asusila Terungkap Karena Korban Curhat ke Orangtua
Kepala Desa Situ Daun, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, Muhammad Jai, membenarkan terduga guru ngaji yang melakukan pencabulan kepada 5 orang anak asuhnya.
Jai menjelaskan, bahwa guru ngaji tersebut, melakukan pencabulan dalam bentuk fisik.
“Laporan sementara guru ngaji itu lakukan pencabulan fisik. Semacam pegang-pegang,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telpon, Kamis (20/1/2022).
Jai beberkan, perbuatan asusila ini terungkap karena korban menceritakan kronologisnya kepada orang tuanya.
“Iya curhat dia. Kemudian lapor ke RT dan ke RW kemudian sambung ke saya,” bebernya.
Sementara itu, Jai belum bisa menceritakan motif apa yang mendasari perbuatan guru ngaji tersebut.
“Motifnya kurang tahu. Saat ini pun saya masih di Polres lagi pendampingan. Lagi diperiksa,” tutupnya.
Jumlah Korban Bisa Bertambah
Kepala Desa Situ Daun, Muhammad Jai menambahkan, korban perbuatan asusila oknum guru ngaji tersebut rata-rata usianya masih di bawah umur.
“Korban pencabulan oleh guru ngaji tersebut, rata-rata usia 9 tahun, saat ini guru ngaji tengah menjalani pemeriksaan pihak Polres Bogor,” ujarnya saat dikonfirmasi TribunnewsBogor.com melalui sambungan telepon, Kamis (20/1/2022).
Lebih lanjut, Jai memaparkan bahwa jumlah korban bisa bertambah mengingat dia memiliki jumlah murid yang cukup banyak.







