VIRAL Video Kampung Mati di Bantargebang Kota Bekasi, Berawal dari Janda Bunuh Diri, Terungkap Ini Faktanya

BEKASI, KALIMANTANLIVE.COM – Sebuah unggahan yang membuat bulu kuduk merinding memperlihat penampakan kampung mati di Kelurahan Bantargebang Kota Bekasi.

Pengguna akun YouTube dengan nama Bucin Tv yang mendokumentasikan ada 30 rumah kosong yang ditinggal penghuninya Bantargebang Kota Bekasi tersebut.

Akun Bucin Tv tersebut menyebutnya lokasi yang divideonya itu sebagai kampung mati di Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi.

Dalam video yang sudah ditonton sebanyak 278.000 kali itu disebutkan bahwa ada kasus seorang janda bunuh diri di kampung tersebut.

# Baca Juga :GILA Parkir Bus di Malioboro Yogyakarta Rp350 Ribu, Viral di Medsos, Dishub Sebut Liar, Polisi Lagi Ngecek

# Baca Juga :VIRAL Ibu Hamil Ditandu Warga Lewati Jalan Berlumpur di Sumsel, Bayinya di Dalam Kandungan Meninggal

# Baca Juga :VIRAL, Kesal Truk PBS Tetap Lintasi Jalan Palangkaraya-Kuala Kurun, Bupati Gunung Mas Marahi Sopir, Simak Videonya

# Baca Juga :VIRAL Video ASN Wanita Joget Sambil Pegang Botol Miras di Ultah Kadis Kesehatan, Bupati Humbang Pun Bertindak

Ketika ditelusuri oleh Kompas.com, terlihat ada belasan rumah yang ditinggal oleh penghuni serta rumput yang cukup tinggi memenuhi kawasan tersebut.

Nur Ali, Ketua RT 01/RW 08 di kawasan tersebut mengatakan, narasi yang diucapkan pada video di YouTube tersebut salah.

“Ini sebenarnya tanah ditinggal sama pemiliknya karena sudah dijual ke pihak pengembang perumahan,” ujar Nur Ali saat dikonfirmasi, Kamis (20/01/2022).

Ia juga mengaku jengkel dengan isu seorang janda yang bunuh diri di kampung tersebut.

“Tidak ada, itu kabar bohong. Ini efeknya mulai enggak benar ke lingkungan saya,” tegas Nur Ali.

Syarifudin selaku Pelaksana Kelurahan Bantargebang juga menjelaskan bahwa istilah kampung mati hanya karangan.

Ia menjelaskan, tanah sekitar satu hektare tersebut hanya wilayah yang sudah terkena pembebasan lahan.

“Itu sebenarnya wilayah yang sudah terkena pembebasan lahan oleh pihak pengembang perumahan, namun pihak perumahan tidak melakukan perluasan karena situasi ekonomi sedang menurun akibat Covid-19,” ungkap Syarifudin.

Ia juga menyayangkan adanya narasi kampung mati kesannya terlihat seram.

editor : NMD
sumber : kompas.com