KALIMANTANLIVE.COM – Hari ini, Sabtu (22/1/2022) gempa berkekuatan M 6,1 terjadi di Kota Melonguane, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.
Kemudian sehari sebelumnya, gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,2 juga mengguncang Unalaska di Alaska.
Untuk gempat di Kota Melonguane, Kepulauan Talaud Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan terjadi beberapa kerusakan akibat gempa bumi salah satunya gereja.
# Baca Juga :GEMPA Bumi Berkekuatan 5,2 SR Melanda Kecamatan Larantuka NTT Selasa 8 Desember 2021 Dini Hari
# Baca Juga :Wilayah Banten Sering Gempa, Mungkinkah Itu Tanda-tanda Megathrust? Ini Penjelasan BMKG
# Baca Juga :Gempa Susulan M 4,7 Guncang Sumur, Banten, Rumah Rusak di Pandeglang Bertambah
# Baca Juga :GEMPA LANDA BANTEN Rumah hingga Puskesmas Rusak di 23 Kecamatan akibat Gempa M 6,6, BMKG Ungkap Penyebabnya
Kepala pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno mengungkapkan terjadi kerusakan ringan di gereja yang berada di Desa Pangeran, Pulau Kabaruan, Kepulauan Talaud. Kerusakan khususnya terjadi pada kaca gereja.
“Ada gereja yang mengalami kerusakan ringan pada kaca,” ungkap Bambang dalam konferensi pers secara daring, Sabtu (22/1).
Selain gereja, salah satu rumah di Manaida Desa Panulan, Kecamatan Kabaruan, Kabupaten Talaud rusak akibat gempa bumi di kawasan tersebut. Menurut Bambang, rumah tersebut tidak dibangun dengan bahan tahan gempa.
“Lalu rusak pada rumah bagian belakang, kerusakan ringan. Konstruksi bangunan bukan bangunan tahan gempa,” terang Bambang.
Dalam kesempatan yang sama, Koordinator Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Iman Fatchurochman mengatakan gempa bumi tersebut juga mengakibatkan satu orang luka di Kepulauan Talaud. Kebetulan, orang tersebut sedang merenovasi salah satu bangunan.
“Ada satu orang luka saat merenovasi bangunan. Hati-hati mungkin gempa susulan akan terjadi ke depan tapi semoga gempa susulan kecil,” tutur Imam.









