Negara-negara kaya tersebut sebagian besar merekrut para perawat dari Afrika sub-Sahara, termasuk Nigeria, dan sebagian Karibia.
Catton mengatakan, para perawat mdri negara-negara miskin ini mau berangkat karena iming-iming gaji yang lebih tinggi dan persyaratan yang lebih baik daripada di negaranya sendiri
Laporan Dewan Perawat Internasional mengatakan, proses ini juga difasilitasi dengan memberikan status imigrasi khusus kepada perawat.
Catton juga memperingatkan bahwa negara-negara kaya akan berjuang untuk mengatasi kekurangan tenaga kesehatan ketika pandemi mereda.
Catton juga menyerukan lebih banyak investasi dan rencana sepuluh tahun untuk memperkuat tenaga kerja di bidang kesehatan.
“Kita membutuhkan upaya global yang terkoordinasi, kolaboratif, dan terpadu yang didukung oleh investasi serius, bukan hanya kata-kata hangat dan basa-basi dan tepuk tangan,” tutur Catton.
editor : NMD
sumber : kompas.com







