BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Menghina Kalimantan dengan kata-kata menyakitkan hati, eks caleg PKS Edy Mulyadi dinilai sudah membuat kegaduhan yang bernuansa SARA
Penghinaan itu bermula eks caleg PKS Edy Mulyadi mengkritik pembangunan Ibukota Negara Baru (IKN) di Kutai Kertanegara dan Penajam Paser Utara Kalimantan Timur hingga menuai reaksi warga Kalimantan.
Edy Mulyadi dalam tayangan video beredar berkata, lokasi IKN sebagai tempat jin buang anak dan lain sebagainya.
# Baca Juga :HINA Kalimantan, Edy Mulyadi Minta Maaf Seraya Menyerbut Bumi Serpong Damai Juga Tempat Jin Buang Anak
# Baca Juga :BUNTUT Penghinaan Edy Mulyadi, Banteng Borneo Perjuangan Ikut Kecam: Bisa Hancurkan NKRI!
# Baca Juga :NAIK Rp 3.000, Harga Emas Antam Jadi Rp 947.000 per Gram, Buyback Dipatok Rp849.000 per Gram
# Baca Juga :ADA Hadiah Rp 1 Miliar Kalo Bisa Buktikan Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana Selingkuh dengan Pria Lain
Salah satu tokoh masyarakat Kalimantan yang juga Ketua PWNU Kalimantan Selatan Dr KH Abdul Hasib Salim, M.AP pun ikut merasa geram.
Hasib bahkan menilai pernyataan yang dilontarkan oleh Edy Mulyadi itu membuat kegaduhan dan bahkan bernuansa sara.
“Saya merasa prihatin atas pernyataan penghinaan yang dilontarkan oleh saudara EM terhadap Kalimantan dalam suatu video yang beredar,” ujar Abdul Hasib Salim.
Hasib Salim sangat menyayangkan atas ucapan yang disampaikan Edy Mulyadi karena berpotensi terjadi kerawanan dan konflik sosial.
Sebagai warga negara yang baik, sambung anggota DPRD Kalsel ini tentu memiliki tanggung jawab serta berupaya menjaga keutuhan NKRI.
Dia mendesak Edy Mulyadi menarik ucapan untuk menghindarkan dari potensi provokasi yang mengarah pada perpecahan anak bangsa.
“Meminta saudara EM untuk melakukan permintaan maaf ke publik, demi menjaga kondusifitas dan rasa aman ditengah-tengah kehidupan masyarakat,” pungkasnya.
editor : NMD
sumber : banjarmasin.tribunnews.com







