Dalam video yang diterima, Senin (24/1/2022), terlihat sebuah kerangkeng berwarna hitam. Kerangkeng itu memiliki satu pintu yang dikunci ganda dengan gembok.
Ada empat orang yang terkurung di dalam kerangkeng tersebut. Rambut mereka dipangkas hingga gundul.
Di dalam kerangkeng, ada meja lebar yang diduduki orang-orang yang terkurung itu. Tampak pula pakaian dan handuk tergantung di langit kerangkeng.
Selain itu, ada dua gitar di dalamnya. Kerangkeng itu dilengkapi ventilasi sekitar 10 lubang.
BACA JUGA:
OTT di PN Surabaya, KPK: Upeti Rp 1,3 M Disiapkan untuk Hakim hingga Hakim Agung Bubarkan PT SGP
Di luar kerangkeng itu, tampak sebuah pengumuman yang tertempel di dinding. Pengumuman itu berisi jadwal waktu bertamu.
“Pengumuman! Waktu bertamu hari Minggu dan hari besar,” demikian isi tulisan pengumuman di secarik kertas yang ditempel ke tembok itu.
Tidak jelas secara persis di bagian rumah Bupati Langkat mana lokasi kerangkeng manusia ini berada. Hanya, terlihat kerangkeng itu menghadap ke kebun dan kolam.
Berikut Penampakan Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat sebagaimana dilansir dari Youtube Tribun Medan TV:
Perekam video terdengar geram saat sedang berbincang-bincang dengan orang-orang yang terkurung dalam kerangkeng.
Menurutnya, mereka seharusnya ditempatkan di balai rehabilitasi resmi.
“Kalian ini kan nggak ditangkap polisi kan? Nggak mungkin diserahkan orang tua kayak gini. Ada rehab yang resmi kok. Harus disurati ini bupati biar mampus ini datang Komnas HAM. Komnas HAM ini. Aku yakin ini. Kan ini apa juga ini, mafia juga,” ujar perekam video.
“Yang nggak narkoba siapa?” ucap pria lain.
Kalimantanlive.com/eep
Editor : Elpian







